Oleh: lutfifauzan | Desember 23, 2009

MAKALAH APLIKATIF TEKNIK MODELING

MAWAR WILANTI (107 111 405 133)
LAILY FITRI ARDIANA (107 111 409 595)
ERWAN BUDI ASTOPO (107 111 406 845)

1. Identitas Layanan
• Jenis : Konseling Individu
• Fungsi : Kuratif dan developmental
• Masalah : Kurang Percaya Diri ketika berkomunikasi dengan teman sehingga kurang memiliki teman
• Sumber Media : – Konselor sebagai model dan motivator
– Teman sebagai model
– Ruang Konseling
• Waktu : 2 x 45 menit
• Pelaku : – Konselor
– Konseli
– Sahabat konseli (signification other ) yang bernama Meta

2. Gambaran Kasus
Dinda adalah siswa kelas XI IPS 2 semester ganjil. Dia sangat sulit berkomunikasi dengan teman- temannya. Sejak SMP dia tidak memiliki teman yang dekat dengannya. Hal ini terjadi terus menerus sampai akhirnya memasuki SMA Negeri Malang. Ketakutan Dinda untuk berkomunikasi atau berteman dengan teman- temannya dikarenakan dulu pada waktu ia duduk di bangku sekolah menengah pertama dia sempat berkenalan dan mengajukan diri untuk berteman. Namun hal itu ditolak dengan terang- terangan karena status ekonomi.
Hal tersebut membuatnya menjadi trauma untuk berteman dengan seseorang, karena ia takut kejadian pada waktu SMP terulang lagi di kehidupan sekarang. Ia berusaha menghilangkan ketakutannya dan ketidak pecayadiri yang ada pada dirinya dengan meminta bantuan kepada konselor agar percaya diri itu muncul pada dirinya. Sehingga ia memiliki banyak teman.
3. Kompetensi
• Konseli dapat menemukan dan menyadari nilainya sendiri.
• Konseli dapat meningkatkan rasa percaya diri yang selama ini hilang pada dirinya sendiri.
4. Tujuan
• Tujuan Umum
Konseli dapat menentukan nilai pribadinya sesuai dengan prosedur konseling.
• Tujuan Khusus
 Konseli dapat menerapkan nilai pribadinya tersebut dalam setiap pengambilan keputusan.
 Konseli dapat berinteraksi dalam situasi kelompok.

5. Indikator Kecapaian
• Konseli bersedia bersikap tidak acuh terhadap teman- temannya.
• Konseli bersedia untuk menanggapi pembicaraan temannya kepadanya.
• Konseli bersedia untuk tidak menghindari temannya.
• Konseli dapat memulai komunikasi dengan temannya.
• Konseli memiliki teman.
• Konseli dapat mengurangi rasa rendah diri dan kurang percaya diri yang ada di dirinya.
• Konseli dapat memulai komunikasi dalam situasi kelompok.

6. Aspek yang diamati
– Verbal
• Menyapa
• Mengucap salam
• Menanyakan kabar
• Bergurau
• Memanggil nama
– Non verbal
• Tersenyum
• Jabat tangan
• Menggandeng tangan
• Menepuk pundak
• Tos
• Angguk- angguk
• Melambaikan tangan
• Menatap mata lawan bicara
• Posisi duduk
• Mimik wajah

7. Kualitas Perkenalan
a. Perkenalan yang berkesan
Dalam hal ini ketika konseli memulai berkenalan dengan seseorang yang baru ia kenal, ia memiliki rasa kecocokan, kesamaan, dll. Yang pada akhirnya komunikasi tersebut berjalan secara berkelanjutan, sehingga hubungan perkenalan tersebut bisa berlanjut menjadi pertemanan, persahabatan, percintaan.
b. Hanya sekedar berkenalan
Dalam hal ini ketika konseli memulai berkenalan dengan seseorang yang baru ia kenal, konteks pembicaraan hanya sebatas terjadi pada saat itu saja. Misalkan ketika konseli menjalin komunikasi dengan seseorang dalam angkot.
8. Proses Penerapan
• Pertama
Dinda diminta oleh konselor untuk memperhatikan dan memikirkan apa yang harus ia lakukan sebelum model mendemonstrasikan
• Kedua
Meminta konseli untuk membawa temannya yang serupa (yang memiliki masalah hampir sama) agar dapat mendemonstrasikan tingkah laku yang menjadi tujuan (menghilangkan sifat tidak Percaya Diri), belajar memulai komunikasi dengan orang lain. Dalam memilih model tetap berdasar kesepakatan antara konselor dan konseli.
• Ketiga
Demonstrasi diperagakan oleh model (Meta sebagai Dinda dan konselor sebagai teman Dinda). Setelah itu Dinda di minta untuk memainkan perannya sendiri dengan didampingi konselor sebagai teman Dinda.
• Keempat
Dinda diminta untuk menyimpulkan hasil peragaan yang telah didemonstrasikan oleh model.
9. Refleksi
Konselor dapat menekankan bagian-bagian mana yang penting dari demonstrasi yang telah ditampilkan oleh Meta dan konselor. Dan kemudian Dinda diminta untuk mengulang tingkah laku yang telah diperagakan secara berkelanjutan sampai ia dapat melakukan hal tersebut secara nyaman. Apabila tingkah laku yang diharapkan belum muncul konseli didorong untuk melakukan kembali tingkah laku tersebut. Dalam hal ini konselor memberikan balikan dengan segera dalam bentuk komentar atau saran.

LAMPIRAN
A. DAFTAR PERTANYAAN
1. Inggit
Apa yang dimaksut dengan tingkah laku neurotik learned?
2. Ribut
– Bagaimana teknik modeling itu diterapkan?
– Model apa sajakah yang dapat digunakan dalam teknik ini?
3. Latifa
– Barapa kali teknik modeling ini dilakukan sehingga dapat dikatakan berhasil?
– Salah satu tujuan teknik modeling adalah melaksanakan tekun-tekun respon yang semula terhambat/terhalang, apa maksut dari tekun-tekun respon itu?
4. Yuan
– Apakah ada kriteria khusus untuk menjadi model?
– Apakah model yang digunakan hanya dari manusia saja?
5. Linda
– Tingkah laku muncul karena dipelajari, bagaimana bila tingkah laku maladaptif anak depelajari dari orang tuanya? Bagaimana cara mengubahnya ?
B. PENILAIAN PESERTA DISKUSI
Format penilaian aplikasi teknik modeling yang kami bagikan kepada teman-teman dengan responden yang mengisi format penilaian adalah 22 orang menunjukkan bahwa:
1. Kesesuaian dengan konsep
Baik = 17 orang
Cukup = 5 orang
2. Kesesuaian dengan tujuan
Baik = 5 orang
Cukup = 17 orang
3. Kesesuaian dengan prinsip
Baik = 6 orang
Cukup = 16 orang
4. Kesesuaian dengan manfaat
Baik = 6 orang
Cukup = 16 orang
5. Kesesuaian dengan kendala
Baik =2 orang
Cukup =20 orang
6. Kesesuaian dengan relevansi
Baik = 1 orang
Cukup = 17 orang
Buruk = 4 orang
7. Kesesuaian dengan prosedur aplikatif
Baik = 2 orang
Cukup = 18 orang
Buruk = 2 orang
8. Penguasaan materi
Cukup = 9 orang
Buruk = 13 orang
9. Kekompoak kelompok penyaji
Baik = 2 orang
Cukup = 19 orang
Buruk =1 orang


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: