Oleh: lutfifauzan | Desember 23, 2009

FORMAT SKENARIO

Memberikan Pemahaman yang Tepat Terhadap Masalah pengelolaan waktu Belajar dengan Menggunakan Tekhnik Self management

1. Identitas Layanan
a. Fungsi : Pemahaman dan perbaikan tingkah laku
b. Layanan : Konseling individual
c. Sasaran : Pelajar kelas XI (Rani)
d. Masalah : Kesulitan mengatur waktu belajar
e. Sumber/media : Data pribadi siswa/ 2 tempat duduk
f. Waktu : 2 x 45 menit
2. Wawancara Awal
a. Identitas konseli
1) Nama : Rani
2) Jenis kelamin : Perempuan
3) Tempat / tanggal lahir : Malang / 03 Maret 1991
4) Kelas : XI
5) Hari / tanggal : jum’at, 02 Oktober 2008
6) Pertemuan ke : 1 (pertemuan)
b. Data konseli yang telah diketahui
1) Anak ke 1 dari 2 bersaudara
2) Pekerjaan Ayah adalah wiraswasta, pekerjaan ibu adalah ibu rumahtangga
3) Pendidikan ayah S1 dan pendidikan ibu SMA
4) Rani selalu selalu masuk dalam 5 besar juara di kelas.
c. Ilustrasi cerita
Rani adalah siswa kelas dua SMA di salah satu sekolah negeri di Malang. Dia adalah siswa yang sangat pintar, semenjak SD sampai kelas 1 SMA dia selalu mendapatkan juara satu. Ketika kelas dua SMA dia diajak oleh temannya untuk mengikuti sebuah organisasi intra sekolah dan ektrakurikuler bola basket. Karena Rani pintar dan cerdas, akhirnya iapun menjadi anggota organisasi yang cukup populer disekolah dalam waktu yang relatif singkat. Pada awal keanggotaan dia merasa nyaman, senang, dan bisa menyeimbangkan antara belajar disekolah, dirumah, dan kegiatan organisasinya. Lama-kelamaan hampir semua teman-teman diorganisasi membutuhkan dia dan kegiatan-kegiatan yang ada diorganisasi membuat dia semakin sibuk,bahkan sering meninggalkan kelas dan waktu belajar dirumah menjadi berkurang. Rani hanya memiliki waktu belajar dirumah tidak lebih dari 1,5 jam setiap harinya. Ia harus berlatih bola basket selama 2 jam setiap sore hari 5kali seminggu. Mengerjakan tugas-tugasnya di OSIS atau hanya sekedar berada di base camp setelah jam sekolah selesai setiap harinya. Dia jarang mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, sering terlambat masuk kelas, dan kurang aktif dalam mengikuti proses belajar dikelas. Prestasi belajar Rani menurun. Puncaknya ketika pembagian raport, nilainya menurun drastis. Mengetahui hal ini orang tua Rani sangat terkejut dan memintanya untuk memperbaiki nilai raportnya disemester depan atau dia tidak boleh mengikuti kegiatan organisasi lagi. Saat ini Rani ingin sekali dapat mengatur waktunya sehingga kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler dan belajarnya dapat seimbang dan prestasi belajarnya dapat kembali meningkat.
3. Situasi Masalah
1. Konseli datang ke ruang konselor atas kehendak sendiri
2. Konseli adalah anak pertama dari 2 bersaudara
3. Setiap sore konseli mengikuti latihan Basket selama 2 jam, 5 kali satu minggu.
4. Konseli mengikuti kegitan intrakurikuler (OSIS) atau hanya sekedar berada di base camp sepulang sekolah setiap harinya.
5. Rata-rata konseli hanya dapat belajar dan mengerjakan tugas selama1,5 jam sehari.
6. Konseli mengalami kebingungan karena kurang bisa mengatur waktu belajarnya sehingga membuat prestasi belajarnya menurun.
4. Prioritas Masalah
Prestasi belajar Rani menurun
5. Kompetensi
1. Konseli mampu belajar teratur dan menambah waktu untuk belajar
2. Konseli mampu meningkatkan prestasinya pada semester depan
6. Tujuan
Umum :
Agar konseli mampu menyeimbangkan antara waktu untuk mengikuti kegiatan intrakurikuler ataupun ekstrakurikuler dengan waktu belajar.
Khusus :
1. Agar konseli mampu mengelola waktu belajarnya
2. Agar konseli dapat meningkatkan perestasi belajarnya
7. Indikator Pencapaian Tujuan
a) Konseli dapat mengatur waktu belajar dan kegiatan organisasi sehingga keduanya dapat berjalan seimbang.
b) Konseli dapat meningkatkan prestasi belajar dengan indikasi nilai raportnya meningkat pada semester depan.
8. Orientasi tekhnik
a) Rasional teknik
Untuk mengubah tingkah laku konseli digunakan tekhnik self-management agar konseli dapat mengubah kebiasaan belajar yang kurang baik dan mengelola waktu antara belajar dan organisasi dengan seimbang sehingga konseli dapat tetap aktif diorganisasi dan prestasi belajarnya tetap baik bahkan meningkat.

b) Proses secara umum
Dalam proses self management konselor dan konseli membuat kontrak.Kontrak merupakan kesepakatan untuk menjalani program perubahan perilaku yang dibuat oleh konselor dan konseli. mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan yang dimilikinya.Kemudian dilanjutkan dengan tahap observasi.Konselor memberikan tugas kepada individu untuk mencatat segala tingkah lakunya (frekuensi kemunculan tingkah laku, durasi). Selanjutnya individu melakukan evaluasi yang dibantu oleh konselor. Dalam hal ini, konseli melakukan perbandingan antara apa yang seharusnya dilakukan dengan apa yang telah dilakukan. Setelah mengevaluasi berhasil tidaknya program, maka konselor akan memberikan reinforcement atau punishment pada konseli. Reinfocement diberikan jika tingkah laku yang diinginkan muncul namun jika tidak muncul sama sekali maka konselor akan memberikan punishment pada konseli sesuai dengan kesepakatan.
9. Aplikasi
Di salah satu sekolah pada saat jam istirahat, seorang siswi datang ke ruang BK untuk melakukan konseling. Ia (Rani) merasa kesulitan dalam menyeimbangkan antara organisasi dan belajar.Tugas-tugas rani di OSIS dan latihan bola basket yang harus dia lakukan 5 kali dalam satu minggu membuat Rani mengalami masalah dalam mengelola waktu belajar.Rani lebih banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan ekstra kurikuler ataupun intrakurikuler dari pada belajar.Hal ini lama kelamaan membuat prestasi belajarnya terus menurun.

NO. KONSELOR DAN
KONSELI DIALOG TAHAP
1. Konseli ”Tok..tok assalamu’alaikum” Opening
Konselor ”Wa’alaikumsalam, .

2 Konselor “ Oh,… Rani,mari silahkan masuk.(menghampiri dan menjabat tangan konseli)Silahkan duduk di kursi yang kamu sukai. Di sini atau di situ”. Penciptaan hubungan baik
Konseli ”Iya bu, terima kasih. Saya disini saja”.(konselor dan konseli duduk)
3 Konselor ”Bagaimana kabar Rani hari ini?” lead
Konseli ”Ehm…..ya beginilah bu”.
4 Konselor “Oh ya,,,Bagaimana kegiatanmu di Osis? Saya dengar kemarin kamu baru terpilih sebagai ketua osis yang baru?”.
Lead; khusus
Topik netral
Konseli “Ah ibu itu kan Cuma kebetulan saja…”.(tersipu malu)

5 Konselor ”Kemarin ibu juga melihat kamu dalam acara perpisahan kelas 3, kamu menjadi ketua pelaksananya?! Wah pidato kamu sangat bagus, kalimatnya jelas dan syarat makna.Darimana kamu belajar berpidato sehingga hasilnya bisa luar biasa seperti kemarin ..??Ibu bangga padamu”.
6 Konseli ”Hehe…, Ibu ini sukanya membuat saya GR aj”.
Konseli ……………..(silence).”ehm…..ehm….sebenarnya gini Bu, Tapi………”(agak ragu)
7 Konselor “Ibu mengerti apa yang kamu rasakan saat ini, Rani tak perlu takut karena apa yang akan kita bicarakan nanti sifatnya rahasia, jadi masalah ini hanya Ibu dan Rani yang mengetahui” Acceptance.Pengalihan ke topik inti
Konseli ”Baiklah bu. ..Sebenarnya saya punya masalah(sambil agak menunduk).Ibu tahu kan selain aktif di Osis, saya juga aktif di organisasi bola basket.Saya merasa menjadi sangat sibuk dan hanya punya waktu untuk sedikit belajar, bahka terkadang saya harus meninggalkan kelas.Dengan mengikuti berbagai organisasi saya merasa mendapatkan banyak pengalaman dan juga teman-teman baru.Akan tetapi, Akhir-akhir ini saya sangat sulit untuk mengatur waktu belajar saya. Biasanya saya baru akan sampai dirumah pukul 18.30, kemudian melihat TV sampai pukul 20.30.Kemudian baru saya belajar atau mengerjakan tugas.Saya sebenarnya ingin segera belajar tapi acaranya sangat menarik.Terkadang saya juga tertidur saat belajar dirumah karena merasa kecapekan Saya bingung pak bagaimana mengatur waktu agar bisa lebih banyak belajar lagi”

8 Konselor ”Bingung?” restatement
Konseli : ”iya Pak, Saya bingung bagaimana mengatur waktu. Saya tidak ingin prestasi saya terus menurun, dan saya juga ingin kegiatan organisasi saya tetap berjalan dan tidak menggangu kegiatan belajar saya.”

9 Konselor ” Pada intinya kamu memiliki bangak kegiatan intrakurikuler dan ekstrakulikuler yang sangat banyak sehingga kamu kurang bisa mengatur waktu untuk belajar??” clarification
Konseli ”Iya.Benar sekali Bu.Saya merasa seperti kekurangan waktu untuk belajar”
10 Konselor ”Ya.. ya…(sambil mengangguk-anggukkan kepala) Dari apa yang telah kamu kemukakan tadi, ibu dapat menyimpulkan bahwa intinya kamu kurang bisa mengelola diri dalam hal pengaturan waktu antara waktu belajar dengan kegiatan ekstrakulikuler kamu di sekolah sehingga prestasi kamu menurun.”
summary

Tiga hari Kemudian (Saat jam istirahat)
1 Konselor “Assalamu’alaikum ( sambil mengetuk pintu ).”
opening
Konseli ” Wa’alaikumusasalam ( sambil membuka pintu )”
2 Konselor ”O…Rani.Mari silahkan masuk’….(menjabat tangan) rapport
Konseli ”Terima kasih bu”(langsung menuju ketempat duduk).Ini Bu…., saya mau menyerahkan daftar kegiatan yang telah saya lakukan kemarin Bu”.(Sambil menyerahkan kertas)
3 Konselor ( Menerima sambil membaca ).”Di sini Rani mencatat bahwa kegiatan belajar Rani lebih sedikit dari pada mengikuti kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Rani hanya belajar kira-kira 1,5 jam perhari, latihan bola basket 5 kali seminggu hingga pukul 18.00. dan sepulang sekolah rani mengerjakan tugas-tugas Osis atau hanya sekedar berada di kesekretariatan hingga pukul 15.30.Melihat TV sepulang berlatih basket sampai pukul 20.30, baru kemudian belajar atau mengerjakan tugas. Disini Rani juga menyebutkan biasanya teman-teman Rani bermain ke rumah secara kondisional. Menurut Rina apa yang seharusnya Rina lakukan?”
lead

Konseli ”Mungkin saya harus lebih meningkatkan belajar saya dan mengurangi kegiatan organisasi saya dengan membuat jadwal dan saya harus disiplin dengan jadwal yang saya buat. Tapi saya bingung Bu bagaimana saya merumuskan jadwal, saya pernah membuatnya namun prestasi saya tetap menurun.”

4 Konselor ”Tepat sekali, itu ide bagus. Ibu setuju mengenai perumusan jadwal.Ibu percaya dan yakin kali ini kamu pasti bisa. Baiklah, sekarang Ibu akan membantu Rani untuk merumuskan jadwal yang tepat agar waktu kamu seimbang antara waktu belajar dan kegiatan ekstrakurikuler sehingga prestasi kamu dapat meningkat kembali” Approval,prediction
Konseli (Menganggukkan kepala)….
5 Konselor “Begini, sekarang mulailah mencatat semua kegiatan Rani selama sehari penuh. Catatlah secara cermat semua kegiatan mulai dari waktu dan berapa kali Rani melakukan kegiatan itu. Ibu beri waktu untuk Rani mencatat semua kegitan Rani selama sehari penuh. Rani dapat melakukannya?”
“Hem….(Berfikir Sejenak).Saya rasa bisa Bu” Pemberian tugas.lead
Konseli
6 Konselor ”Jangan mengatakan saya rasa.Dapatkah Rani” mengatakan saya bisa melakukannya? Affirmation
Konseli ”Ya saya bisa melakukannya”.
7 Konselor “ Melihat catatan kamu yang tadi setelah pelajaran disekolah berakhir, kamu langsung mengikuti kegiatan ekstra kurikuler, kemudian sesampainya dirumah kamu tidak langsung belajar tetapi menonton tv terlebih dahulu, bahkan bisa sampai malam bila acaranya menarik. Pola inilah yang harus dirubah. Buatlah jadwal kegiatanmu selama sehari penuh, mulai dari pagi hari sampai malam hari. misalnya bangun pagi jam 4, sholat dan seterusnya” Summary.Modifikasi lingkungan.
Konseli “ Ok..Saya mengerti Bu.” ( Konselor menunggu konseli yang tengah merumuskan jadwal dengan tujuan agar dapat memantau apakah jadwal tersebut sudah tepat atau tidak ). sudah selesai Bu”,,,

8 Konselor (Melihat jadwal yang konseli buat). “Berlatih bola basket 3 kali seminggu, berada dikesetariatan Osis 4 kali seminggu hingga jam 3 sore, pulang dan istirahat hingga pukul 16.00, ngobrol dengan teman yang main kerumah 15 menit, kemudian berangkat bermain basket, istirahat, dan belajar dari pukul 19.15 hingga pukul 21.30, ditambah pagi setelah sholat subuh dari pukul 04.30-05.35.Hem…….(mengangguk anggukkan kepala) baiklah jadwal yang kamu buat sudah cukup sesuai dan proporsi waktunya juga cukup seimbang, antara kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan belajar, waktu istirahat dan juga waktu bermain kamu. Selanjutnya kita akan menyusun konsekuensi jika Rani melanggar jadwal yang telah kita rumuskan ini.”

Konseli

“Hem…..ya..ya..(sambil mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti). Jika saya melanggar jadwal yang telah dibuat maka saya tidak boleh mengikuti kegiatan ekstrakurikuler selama 2 hari dan menggantinya dengan belajar di rumah. Bila ada teman yang bermain kerumah atau acara TV sangat menarik dan saya harus melihatnya di saat waktu belajar, maka saya akan menambah waktu belajar saya di waktu lain sebagai gantinya. Dan bila saya ada dikesekretariatan Osis melebihi jadwal tanpa ada urusan yang sangat penting dan mendesak maka saya harus membayar token ekonomi 15 ribu rupiah. Bila saya dapat menjalankan jadwal belajar sesuai dengan jadwal dan prestasi saya dapat meningkat maka saya berhak untuk berlibur ke Bali pada libur semester depan”
. Self-Reinforcement

9 Konselor ”Kamu telah memilih sendiri punishment dan reinforcement dari kontrak yang telah kita sepakati. Ibu percaya kamu dapat melaksanakannya dengan baik.Ibu yakin Rani akan jujur atas apa yang Rani lakukan.”

Konseli ”Saya akan berusaha bu,,,”
10 Konselor ”1 minggu lagi kita akan melakukan evaluasi kegiatan kamu, apakah kamu benar – benar menerapkan jadwal tersebut dengan baik atau tidak……dan agar treatment ini dapat berjalan dengan lebih lancar ibu akan menginformasikan hal ini pada kedua orang tuamu agar ketika kamu berada dirumah, mereka bisa membantumu dan memantaumu untuk menaati semua jadwal yang telah kamu buat”
Termination

Konseli ”Baiklah bu.Terima kasih banyak atas bantuannya.Saya juga akan meminta bantuan teman saya untuk mengingatkan bila saya berada di kesekretariatan Osis atau berlatih basket melebihi jadwal. Saya mohon izin untuk segera kembali ke kelas”….
11 Konselor ”O..iya silahkan….Semangat ya ran?!”(tersenyum hangat sambil mengantarkan kepintu)….
Konseli ”Assalamualaikum.”

12 Konseli : ”Waalaikumsalam.”

Contoh Format Monitori

Hari/tanggal
Jam Jadwal Kegiatan
Kegiatan Ektrakurikuler Kegiatan Intrakurikuler Belajar Bermain Istirahat Keterangan
Senin,23-11 16.00-18.00  Telat 5 menit
19.30-21.30  Sesuai jadwal

Saran:
1. Rian
Jadwal Rani tidak dibacakan atau dibahas, jadi hendaknya dijelaskan dalam makalah agar lebih jelas dan hendaknya konselor dan konseli tidak terlalu terpaku pada teks.
2. Linda
Tujuan dalam makalah hendaknya di bedakan atas tujuan umum dan khusus
3. Latifa
Hendaknya tujuan dan kompetensi itu dibedakan tidak dijadikan satu karena keduanya berbeda.
4. Asmaul
Kurang setuju dengan pendapat saudara Rian, karena konseli menurut konselor boleh sesuka hatinya dalam bersikap.


Responses

  1. Cerita tentang Rani sangat persis dengan keadaan saya sekarang…
    Saya akan membuat jadwal kegiatan mulai sekarang…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: