Oleh: lutfifauzan | November 30, 2009

TATA KRAMA BERKOMUNIKASI

TATA KRAMA BERKOMUNIKASI

M A K A L A H
disusun untuk memenuhi tugas kelompok
mata kuliah Keterampilan Dasar Komunikasi
yang dibina oleh Bapak Lutfi Fauzan

Disusun Oleh :
Kelompok 8
1. Yunita Setyaningrum (108111409890)
2. Egi Ika Febriana (108111409898)
3. Rizki Kurniasari (108111415064)
4. Lutfahakim Syarif (108111415065)
5. Yustina Parianti (108111415074)
6. Deny Purwanti (108111415080)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN BIMBINGAN KONSELING DAN PSIKOLOGI
PRODI BIMBINGAN DAN KONSELING
November 2009
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dari semua pengetahuan dan keterampilan yang kita miliki, pengetahuan dan keterampilan yang menyangkut komunikasi termasuk di antara yang paling penting dan berguna. Melalui komunikasi intrapribadi kita berbicara dengan diri sendiri, mengenal diri sendiri, mengevaluasi diri sendiri tentang ini dan itu, mempertimbangkan keputusan-keputusan yang akan diambil dan menyiapkan pesan-pesan yang akan kita sampaikan kepada orang lain. Melalui komunikasi antar pribadi kita berinteraksi dengan orang lain, mengenal mereka dan diri kita sendiri, dan mengungkapkan diri sendiri kepada orang lain. Apakah kepada pimpinan, teman sekerja, teman seprofesi, kekasih, atau anggota keluarga, melalui komunikasi antar pribadilah kita membina, memelihara, kadang-kadang merusak (dan ada kalangnya memperbaiki) hubungan pribadi kita.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan komunikasi ?
2. Apa saja yang menjadi syarat dalam melakukan komunikasi ?
3. Apa saja aspek-aspek yang mempengaruhi komunikasi ?
4. Bagaimana melakukan komunikasi yang baik ?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan komunikasi
2. Untuk mengetahui apa saja yang menjadi syarat dalam melakukan komunikasi
3. Untuk mengetahui aspek-aspek apa saja yang mempengaruhi komunikasi
4. Untuk mengetahui bagaimana cara berkomunikasi dengan baik

BAB 2
PEMBAHASAN

A. Pengertian Komunikasi
Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui media tertentu untuk menghasilkan efek/tujuan dengan mengharapkan feedback atau umpan balik.
Terdapat dua sudut pandang dalam pengertian komunikasi, diantaranya :
1. Secara Etimologis
Istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin communication dan perkataan ini bersumber pada kata communis. Perkataan communis tersebut dalam pembahasan kita ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan partai komunis yang sering dijumpai dalam kegiatan politik. Arti communis di sini adalah sama, dalam arti kata sama makna, yaitu sama makna mengenai suatu hal. Jadi, komunikasi berlangsung apabila antara orang-orang yang terlibat terdapat kesamaan makna mengenai suatu hal yang dikomunikasikan. Jelasnya, jika seseorang mengerti tentang sesuatu yang dinyatakan orang lain kepadanya, maka komunikasi berlangsung. Dengan lain perkataan, hubungan antara mereka itu bersifat komunikatif. Sebaliknya jika ia tidak mengerti, komunikasi tidak berlangsung. Dengan lain perkataan, hubungan antara orang-orang itu ddak komunikatif.
2. Secara Terminologis
Komunikasi berarti proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Dari pengertian itu jelas bahwa komunikasi melibatkan sejumlah orang, di mana seseorang menyatakan sesuatu kepada orang lain. Jadi, yang terlibat dalam komunikasi itu adalah manusia. Karena itu, komunikasi yang dimaksudkan di sini adalah komunikasi manusia atau dalam bahasa asing human communication, yang sering kali pula disebut komunikasi sosial atau social comunication. Secara terminologis komunikasi merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain.
Pengertian komunikasi menurut para ahli, diantaranya :
1. Harold Lasswell
Komunikasi adalah pesan yang disampaikan kepada komunikan (penerima) dari komunikator (sumber) melalui saluran-saluran tertentu baik secara langsung/tidak langsung dengan maksud memberikan dampak/effect kepada komunikan sesuai dengan yang diingikan komunikator serta memenuhi 5 unsur who, says what, in which channel, to whom, with what effect.
2. Ruben dan Steward(1998:16)
Komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain.
3. Everet M. Rogers
Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku.
4. Gerald R. Miller
Komunikasi terjadi ketika suatu sumber menyampaikan suatu pesan kepada penerima dengan niat yang disadari untuk mempengaruhi perilaku penerima.
5. Carld R. Miller
Komunikasi adalah proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan (biasanya lambang-lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain (komunkate).
6. Theodore M. Newcomb
Setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi terdiri dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber kepada penerima.

Pengertian komunikasi sudah banyak didefinisikan oleh banyak orang, jumlahnya sebanyak orang yang mendifinisikannya. Dari banyak pengertian tersebut jika dianalisis pada prinsipnya dapat disimpulkan bahwa komunikasi mengacu pada tindakan, oleh satu orang atau lebih, yang mengirim dan menerima pesan yang terdistorsi oleh gangguan (noise), terjadi dalam suatu konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu, dan ada kesempatan untuk melakukan umpan balik.

Gambar berikut menggambarkan apa yang dapat kita namakan model universal komunikasi. Ini mengandung elemen-elemen yang ada dalam setiap tindak komunikasi, terlepas dari apakah itu bersifat intrapribadi, antarpribadi, kelompok kecil, pidato terbuka, atau komunikasi masa

B. Syarat-Syarat Komunikasi
Terdapat beberapa syarat yang harus ada bila melakukan sebuah komunikasi, diantaranya :
1. Adanya komunikator sebagai penyampai pesan.
2. Adanya komunikan sebagai penerima pesan.
3. Adanya sebuah pesan yang akan disampaikan oleh komunikator terhadap komunikan.

C. Aspek-Aspek Komunikasi
1. Komunikator/Penyampai pesan/Sumber/Source
Semua proses komunikasi berasal dari sumber, yang dapat berupa :
a. Perorangan
Jika dalam komunikasi individual atau antar perorangan, atau seorang dengan beberapa orang.
b. Suatu lembaga atau organisasi atau orang yang dilembagakan (komunikasi dengan media massa).
2. Pesan/Message
Unsur pesan meliputi semua materi atau isi yang dikomunikasikan antara pihak-pihak yang terlibat dalam proses komunikasi, baik yang disampaikan secara verbal maupun non verbal. Baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui media massa misalnya).
Pesan yang disampaikan dapat berupa:
a. Pesan Verbal
misalnya: bahasa/kata-kata lisan atau tertulis.
b. Pesan Non Verbal
misalnya: isyarat, gambar, warna.
c. Pesan Paralinguistik
misalnya: kualitas suara, tekanan suara(tinggi rendah nada bicara), kecepatan suara, vokalisasi.
3. Saluran/Media/Channel
Saluran merupakan sarana tempat pesan yang disampaikan sehingga bisa diterima dan dimaknai oleh komunikan. Jarang sekali komunikasi berlangsung melalui hanya satu saluran, kita menggunakan dua, tiga, atau empat saluran yang berbeda secara simultan. Sebagai contoh, dalam interaksi tatap muka kita berbicara dan mendengarkan (saluran suara), tetapi kita juga memberikan isyarat tubuh dan menerima isyarat ini secara visual (saluran visual). Kita juga memancarkan dan mencium bau-bauan (saluran olfaktori). Seringkali kita saling menyentuh, ini pun komunikasi (saluran taktil).
4. Komunikan/Penerima pesan/Receiver
Unsur penerima merupakan sasaran dari komunikasi, bisa terdiri dari seseorang atau beberapa orang atau suatu lembaga/organisasi.
5. Tujuan/Destination/Efect
Efek merupakan hasil dari suatu kegiatan komunikasi, merupakan tujuan dari peserta-peserta di dalam proses komunikasi.
6. Umpan Balik/Feedback
Umpan balik adalah informasi yang dikirimkan balik ke sumbernya. Umpan balik dapat berasal dari anda sendiri atau dari orang lain. Dalam diagram universal komunikasi tanda panah dari satu sumber-penerima ke sumber-penerima yang lain dalam kedua arah adalah umpan balik. Bila anda menyampaikan pesan misalnya, dengan cara berbicara kepada orang lain anda juga mendengar diri anda sendiri. Artinya, anda menerima umpan balik dari pesan anda sendiri. Anda mendengar apa yang anda katakan, anda merasakan gerakan anda, anda melihat apa yang anda tulis.
Selain umpan balik sendiri ini, anda menerima umpan balik dari orang lain. Umpan balik ini dapat datang dalam berbagai bentuk: Kerutan dahi atau senyuman, anggukan atau gelengan kepala, tepukan di bahu atau tamparan di pipi, semuanya adalah bentuk umpan balik.
7. Gangguan/Noise
Gangguan (noise) adalah gangguan dalam komunikasi yang mendistorsi pesan. Gangguan menghalangi penerima dalam menerima pesan dan sumber dalam mengirimkan pesan. Gangguan dikatakan ada dalam suatu sistem komunikasi bila ini membuat pesan yang disampaikan berbeda dengan pesan yang diterima.
Macam Definsi Contoh
Fisik Interferensi dengan transmisi fisik isyarat atau pesan lain Desingan mobil yang lewat, dengungan komputer, kacamata
Psikollogis Interferensi kognitif atau mental Prasangka dan bias pada sumber-penerima, pikiran yang sempit
Semantik Pembicaraan dan pendengar memberi arti yang berlainan Orang berbicara dengan bahasa yang berbeda, menggunakan jargon atau istilah yang terlalu rumit yang tidak dipahami pendengar
Gangguan ini dapat berupa gangguan fisik (ada orang lain berbicara), psikologis (pemikiran yang sudah ada di kepala kita), atau semantik (salah mengartikan makna). Tabel dibawah menyajikan ketiga macam gangguan ini secara lebih rinci.
Gangguan dalam komunikasi tidak terhindarkan. Semua komunikasi mengandung gangguan, dan walaupun kita tidak dapat meniadakannya samasekali, kita dapat mengurangi gangguan dan dampaknya. Menggunakan bahasa yang lebih akurat, mempelajari keterampilan mengirim dan menerima pesan nonverbal, serta meningkatkan keterampilan mendengarkan dan menerima serta mengirimkan umpan balik adalah beberapa cara untuk menanggulangi gangguan.

D. Tata Karma Berkomunkasi
1. Hindari kesan memaksa
Ketika kita berkomunikasi dengan seseorang maka sebaiknya hindari kalimat yang mengandung kesan bahwa kita sedang memaksa. seperti contohnya: “Kamu harus…”. sehingga seharusnya kata yang dipakai tersebut yaitu seperti: “Sebaiknya kamu…” atau ”Maukah kamu…”, dengan begitu kata-kata atau pesan yang komunikator sampaikan terhadap komunikan tidak berkesan bahwa dia sedang memaksa komunikan.

2. Fokus kepada solusi bukan masalah
Ketika berkomunikasi mengenai sesuatu yang sifatnya sebuah permasalahan maka fokuskanlah komunikasi tersebut pada hal yang menjadi solusi bukan masalah.
Contoh : Ketika makanan di rumah habis, tidaklah efektif jika kita berkata ”Aduh Lapar banget…” lebih baik kita berkata ”Yuuk, beli makanan di luar…”.

3. Katakan apa yang kamu inginkan, bukan yang tidak kamu inginkan
Jika sedang berkomunikasi dengan seseorang maka katakanlah apa yang hendak kamu sampaikan pada komunikan, janganlah berbohong padanya, tapi jangan menyampaikanny dengan kata-kata yang kurang pantas didengar bila hal tersebut memiliki unsur kritikan atau hal yang dapat menyinggung komunikan.
Contohnya: kamu tidak ingin seseorang menyetir ngebut, lebih baik berkata ”Tolong bawa mobilnya hati-hati” daripada berkata ”Jangan bawa mobilnya terlalu kencang”.

4. Bagikan informasi bukan argumen
dalam sebuah komunikasi yang harus dilakukan oleh seorang komunikator yaitu menyampaikan pesan yang dimilikinya untuk diketahui oleh komunikan. pesan yang disampaikan tersebut seharusnya berupa informasi buakanlah argumen. karena kadang-kadang dengan kita beragumen informasi yang akan komunikator sampaikan itu memiliki arti atau presepsi yang berbeda dengan apa yang ditangkap oleh komunikan oleh karena itu sebaiknya hindari kalimat yang mengandung argumen.
Contohnya: kalimat, ”Tidak, kamu salah…” yang lebih baik diganti dengan ”Saya ingin sepeti ini…”.

5. Sikap Anda menentukan kesan lawan bicara Anda.
Gunakan sikap santai tetapi tetap berkonsentrasi pada pembicaraan. Ada beberapa gaya khas, misalnya duduk menaruh kedua tangan diatas meja dan bicara, melipat tangan, memegang buku, sesekali menopang dagu, dll. Anda bisa mempelajari berbagai gaya ini dengan melihat orang lain dan menirunya.

6. Tempo bicara juga menentukan.
Jangan berbicara terlalu lambat. Ungkapkan dengan optimis dan pede dengan kecepatan normal. Hindari menggumam dalam mengatakan sesuatu.

BAB 3
PENUTUP

A. Simpulan
Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan, maupun tak langsung melalui media. Dalam definisi tersebut tersimpul tujuan, yakni memberi tahu atau mengubah sikap (attitude), pendapat (opinion), atau perilaku (behavior). Jadi ditinjau dari segi si penyampai pernyataan, komunikasi yangbertujuan bersifat informatifdan persuasif. Komunikasi persuasif (persuasive communication) lebih sulit daripada komunikasi informatif (informative communicattion), karena memang tidak mudah untuk mengubah sikap, pendapat, atau penlaku seseorang atau sejumlah orang. Demikian pengertian komunikasi secara umum dan secara paradigmatis yang penting untuk dipahami sebagai landasan bagi penguasaan teknik berkomunikasi. Adalah komunikasi secara paradigmatis yang dipelajari dan diteliti ilmu Komunikasi.

B. Saran
1. Kita harus dapat melakukan komunikasi dengan cara yang benar
2. Dalam berkomunikasi diharuskan terdapat tata kramanya hingga dapat melalukan komunikasi yang sesuai dengan aturan yang berlaku

DAFTAR PUSTAKA

http://www.adiprakosa.blogspot.com
http://www.aurajogja.files.wordpress.com
http://www.community.gunadarma.ac.id
http://www.one.indoskripsi.com
http://www.search.zorpia.com
http://www.lrckesehatan.net
http://www.id.88db.com
http://www. chuchijong.multiply.com

LAPORAN PRESENTASI

Moderator oleh RIZKI KURNIASARI
Pertanyaan – Pertanyaan
1. Oleh PUJI WAHYUNI (Kelompok 2)
Apa saja gangguan yang terdapat dalam aspek komunikasi ?
Dijawab oleh YUNITA SETYA NINGRUM yang ditambahan oleh RIZKI KURNIASARI dengan hasil jawabannya yaitu :
Secara spesifik dalam aspek-aspek komunikasi tidaklah semuanya memiliki gangguan. Karena antara aspek yang satu dengan yang lain tidaklah memiliki keterkaitan. Dengan demikian aspek-aspek komunikasi yang memiliki gangguan diantaranya :
a. Komunikator
Terjadi gangguan bila komunikator tidak dapat menyesuaikan dengan keadaan komunkan
b. Komunikan
Terjadi gangguan bila konumikan tidak dapat mengerti apa yang dikatakn oleh komunikator
c. Pesan

2. Oleh SHOFIYATUL FIKRIYAH (Kelompok 7)
Jelaskan maksud dari point ke-2 dalam tata krama berkomunikasi (fokus pada solusi bukan masalah)!
Dijawab oleh LUTFAHAKIM SYARIF yang ditambahkan oleh CATUR RIKA serta RISKY AFRITANTYA dengan hasil jawabannya yaitu :
Point ini (fokus pada solusi bukan masalah) berlaku jikan terdapat suatu atau sebuah komunikasi antara 2 orang atau lebih yang sifatnya suatu permasalahan.
Contohnya : Ketika makanan di rumah habis, janganlah kita berkata “aduh lapar banget…..” Tapi lebih baik berkatalah “ yuk, beli makanan di luar….”

3. Oleh THERSIA M BAU (Kelompok 6)
Bagaimana cara menyikapi bila dalam sebuah komunikasi terjadi miskomunikasi ?
Dijawab oleh DENY PURWANTI yang ditambahkan oleh LUTFAHAKIM SYARIF, YUNITA SETYA NINGRUN, RIZKI KURNIASARI, CATUR RIKA serta RISKY AFRITANTYA dengan hasil jawabannya yaitu :
Dalam sebuah komunikasi dapa terjadi miskom jika terdapat suatu perbedaan makna antara komunikator sebagai orang yang memberikan informasi dengan kounikan sebagai seorang yang menerima pesan tersebut. Untuk menghindari hal tersebut, komunikator sebagai seorang yang semestinya mengetahui terjadi hal tersebut harus mencoba meluruskan maksud dari pesan yang disampaikannya dengan mencoba menjelaskan kembali pada komunikan.

4. Oleh RISKY AFRITANTYA (Kelompok 10)
Jelaskan maksud dari point ke-4 dalam tata krama berkomunikasi (berikan informasi bukan argument)
Dijawab oleh LUTFAHAKIM SYARIF yang ditambahkan oleh IDAR MEYZE PARAMITA dengan hasil jawabannya yaitu :
Dalam sebuah komunikasi pesan yang diberikan oleh komunikator terhadap komunikan haruslah berupa sebuah informasi bukan suatu argument. Hal ini dikarenakan informasi merupakan ssesuatu yang sudah pazti dan dapat dijamin kebenarannya sedangkan argument merupakan sebuah pendapat dari seseorang yang masih belum pasti kebenarannya yang sering digunakan untuk mempengaruhi orang lain.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: