Oleh: lutfifauzan | November 24, 2009

BAHASA DAN KOMUNIKASI VERBAL

MAKALAH

Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah
Ketrampilan Dasar Komunikasi
Dibina oleh Bapak Lutfi Fauzan

Oleh :
Yulik Sulistiara P. (108111409889)
Randi Dhinar (108111415095)
Nahla Nurafni O (108111415088)
Sri Hidayati U (108111415085)
Afiatus Sholihah B (108111415093)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN BIMBINGAN KONSELING DAN PSIKOLOGI
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
Oktober 2009
BAB I
PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang
Simbol atau pesan verbal adalah semua jenis simbol yang menggunakan satu kata atau lebih. Bahasa dapat juga dianggap sebagai sistem kode verbal (Deddy Mulyana, 2005). Bahasa dapat didefinisikan sebagai seperangkat simbol, dengan aturan untuk mengkombinasikan simbol-simbol tersebut, yang digunakan dan dipahami suatu komunitas.
Jalaluddin Rakhmat (1994), mendefinisikan bahasa secara fungsional dan formal. Secara fungsional, bahasa diartikan sebagai alat yang dimiliki bersama untuk mengungkapkan gagasan. Menurut Larry L. Barker (dalam Deddy Mulyana,2005), bahasa mempunyai tiga fungsi: penamaan (naming atau labeling), interaksi, dan transmisi informasi.
Ketika kita berkomunikasi, kita menterjemahkan gagasan kita ke dalam bentuk lambang (verbal atau nonverbal). Proses ini lazim disebut penyandian (encoding). Bahasa adalah alat penyandian, tetapi alat yang tidak begitu baik (lihat keterbatasan bahasa di atas), untuk itu diperlukan kecermatan dalam berbicara, bagaimana mencocokkan kata dengan keadaan sebenarnya, bagaimana menghilangkan kebiasaan berbahasa yang menyebabkan kerancuan dan kesalahpahaman
Keterampilan komunikasi terdiri atas dua yakni keterampilan komunikasi nonverbal dan keterampilan komunikasi verbal. Gazda, Asbury, Balzer, Childers and Walters (dalam Gibson dan Mitchell (1995:150)
Keterampilan komunikasi verbal yang penting adalah mendengar, memberi respon balikan dan mengajukan pertanyaan (Gibson & Mitchell, 1995:154). Mendengar adalah persyaratan komunikasi verbal yang efektif. Cavaugh (Gibson & Mitchell, 1995:154) menyatakan bahwa “listening is the basis of a counselor’s effectiveness”. Selanjutnya, dengan keefektifan mendengar maka akan dapat dilakukan respon balikan terhadap perilaku, perasaan, perhatian, aksi, ekspresi klien.

1. 2 Rumusan Masalah
Adapun masalah yang akan dibahas pada makalah ini adalah sebagai berikut :
2.1 Apa yang dimaksud dengan bahasa dan komunikasi verbal ?
2.2 Apa saja prinsip-prinsip komunikasi verbal ?
2.3 Apa saja jenis-jenis komunikasi verbal ?
2.4 Apa fungsi bahasa dalam kehidupan manusia ?
2.5 Bagaimana implikasi ragam bahasa dalam pengembangan komunikasi ?
2.6 Apa saja hambatan dalam komunikasi verbal ?

1. 3 Tujuan Pembahasan
Adapun tujuan pembahasan pada makalah ini adalah :
3.1 untuk mengetahui pengertian dari bahasa dan komunikasi verbal
3.2 untuk mengetahui prinsip-prinsip komunikasi
3.3 untuk mengetahui jenis-jenis komunikasi verbal
3.4 untuk mengetahui fungsi bahasa dalam kehidupan manusia
3.5 untuk mengetahui implikasi ragam bahasa dalam pengembangan komunikasi
3.6 untuk mengetahui hambatan dalam komunikasi verbal

BAB II
PEMBAHASAN

2. 1 PENGERTIAN BAHASA DAN KOMUNIKASI VERBAL
Komunikasi merupakan suatu proses sosial yang sangat mendasar dan vital dalam kehidupan manusia. Komunikasi secara umum merupakan proses penyampaian informasi, ide gagasan, ketrampilan ataupun emosi dari seseorang (komunikator) kepada orang lainnya (komunikan) disertai adanya niat atau kesadaran dengan menggunakan berbagai sarana, simbol-simbol agar dapat dimengerti dengan baik oleh si penerima dengan maksud untuk mengubah perilaku si penerima.
Komunikasi verbal merupakan komunikasi yang menggunakan simbol-simbol atau kata-kata, baik yang dinyatakan secara oral atau lisan maupun tulisan. Komunikasi verbal merupakan karakteristik khusus manusia. Tidak ada makhluk lain yang dapat menyampaikan secara eksplisit sejumlah arti. Kata-kata dapat membuat individu mampu menyampaikan ide yang lengkap secara komprehensif dan tepat. Kata-kata memungkinkan individu menyatakan perasaan dan pikiran yang dapat dibaca orang untuk beberapa menit atau untuk beberapa saat.
Komunikasi verbal dibedakan atas:
1. komunikasi lisan/oral, yaitu suatu proses dimana komunikator berinteraksi secara lisan dengan komunikan untuk mempengaruhi tingkah laku komunikan. Contoh media oral adalah pembicaraan melalui telepon dan komunikan tatap muka. Cara komunikasi seperti ini lebih baik digunakan untuk menyampaikan pesan yang ambigu dan tidak rutin. Komunikasi ini juga menggunakan banyak media serta paling cepat untuk mendapatkan timbale balik dari penerima pesan.
2. Komunikasi tulisan, yaitu apabila pesan yang disampaikan, disandikan dalam simbol-simbol yang dituliskan pada kertas atau media lain yang bisa dibaca kemudian disampaikan pada penerima. Contoh dari media tertulis adalah surat dan selebaran. Cara komunikasi seperti inii lebih baik digunakan untuk menyampaikan pesan yang membutuhkan kejelasan dan rutin terjadi. Selain itu cara komunikasi seperti ini dapat dilakukan dengan menggunakan media lebih sedikit daripada oral serta timbal balik yang diterima juga lebih lambat.
Bahasa merupakan suatu sitem kode verbal. Bahasa dapat didefinisikan sebagai perangkap simbol, dengan aturan untuk mengkombinasikan simbol-simbol tertentu, yang dapat digunakan dan dipahami suatu komunitas. Sedangkan bahasa verbal adalah sustu sarana utama untuk menyatakan pikiran, perasaan dan maksud kita. Bahasa verbal menggunakan kata-kata yang mempresentasikan berbagai aspek realitas individual. Konsekuensinya, kata-kata adalah abstraksi realitas kita yang tidak mampu menimbulkan realitas yang merupakan totalitas objek atau konsep yang diwakili kata-kata itu.

2. 2 PRINSIP-PRINSIP KOMUNIKASI VERBAL
2.2.1 Komunikasi merupakan suatu proses simbolik
Berdasarkan definisi komunikasi, dalam berkomunikasi memerlukan simbolisasi atau penggunaan lambang sebagai salah satru media penyampaian agar mudah dimengerti. Lambang atau simbol adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjukkan sesuatu lainnya, berdasarkan kesepakatan sekelompok orang.
Adanya kemampuan manusia untuk menggunakan lambang verbal memungkinkan perkembangan bahasa menangani hubungan antar manusia dan objek (baik nyata maupun abstrak) tanpa adanya kehadiran manusia atau objek tersebut.
Lambang biasanya memiliki beberapa sifat, yaitu sebagai berikut:
a. Simbol bersifat sembarang, manasuka atau sewenang-wenang.
b. Lambing tidak mempunyai makna, karena pada dasarnya kitalah yang memberi makna pada lambang tersebut.
c. Lambang itu bervariasi.
2.2.2 Komunikasi itu mempunyai dimensi isi dan dimensi hubungan
Dimensi ini menunjukkan muatan isi dari komunikasi yaitu apa-apa yang dibicarakan dan disandi secara verbal. Sedangkan dimensi hubungan menunjukkan bagaimana cara mengatakannya yang juga mengisyaratkan bagaimana para peserta komunikasi itu, dan bagaimana seharusnya pesan ditafsirkan.
Pengaruh suatu berita ataupun artikel dalam surat kabar tidak hanya tergantung pada isinya tetapi juga siapa penulisnya, tata letak, jenis huruf yang digunakan, warna tulisan dan lain sebagainya. Pesan yang sama dapat menimbulkan pengaruh yang berbeda pula bila disampaikan oleh orang yang berbeda. Sehingga, biasanya tulisan orang yang sudah dikenal akan dianggap lebih berbobot dibandingkan dengan tulisan orang yang belum dikenal. Maka dapat dimengerti bila redaktur suatu media masa lebih memprioritaskan orang yang sudah dikenal sebelumnya.
Hal ini yang dapat mempengaruhi suatu pesan dalah media yang digunakan. Pesan yang disampaikan oleh televise akan terasa lengkap dan mempunyai pengaruh yang cukup hebat bila disbanding menggunakan media massa atau radio. Karena televisi menyajikan pesan secara audio visual, sedangkan media massa hanya secara visual saja dan radio sebatas audio saja.

2.2.3 Komunikasi terjadi dalam berbagai konteks ruang dan waktu
Ternyata makna pesan juga tergantung pada konstek fisik/ruang, waktu, sosial dan psikologis. Waktu mempengaruhi makna terhadap suatu pesan. Dering telpon di siang hari akan dipersepsikan lain dengan dering telepon di malam hari, mungkin dering telpon di malam hari akan mempersepsikan darurat atau upaya orang jahat untuk mengentas apakah di rumah ada orang atau tidak. Hal ini yang mempengaruhi komunikasi adalah kehadiran orang lain sebagai konteks sosial. Contoh komunikasi antara dua orang yang sedang konflik akan terasa canggung apabila mereka hanya berdua saja, tetapi suasana akan mencair apabila ada orang ketiga diantara mereka. Suasana psikologis peserta juga mempengaruhi suasana komunikasi, misalnya pemberian nasihat seseorang kakak pada adiknya mungkin akan ditanggapi baik apabila si adik sedang tidak ada masalah, tetapi tidak menutup kemungkinan si adik akan marah apabila nasihat diberikan pada saat si adik sedang ada konflik dengan si kakak.
2.2.4 Keefektifan komunikasi dipengaruhi oleh kemiripan latar belakang sosial budaya peserta komunikasi.
Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang hasilnya sesuai dengan harapan para peserta komunikasi. Dalam kenyataannnya tidak pernah ada dua manusia yang sama persis, meskipun mereka kembar identik dan di diasuh dalam keluarga yang sama. Namun kesamaan dalam hal-hal tertentu, misalnya suku, agama, ras, bahasa, tingkat pendidikan, ataupun tingkat ekonomi mendorong orang-orang untuk saling tertarik. Dan pada gilirannya karena adanya kesamaan tersebut akan membantu komunikasi mereka lebih efektif. Kesamaan bahasa khususnya akan membuat orang-orang yang berkomunikasi lebih mudah untuk mencapai pengertian bersama dibanding orang-orang yang tidak berbicara atau tidak memahami bahasa yang sama.
2.2.5 Komunikasi bersifat dinamis, dan transaksional
Dalam proses komunikasi tersebut, para peserta komunikasi saling mempengaruhi. Menanggapi salah satu elemen komunikasi, misalnya peran verbal saja dengan mengabaikan elemen lainnya. Hal ini menyalahi gambaran komunikasi yang sebenarnya sebagai suatu proses yang sinambung dan dinamis yang kita sebut transaksi. Transaksi menunjukkan bahwa para peserta komunikasi saling berhubungan. Implikasi dari komunikasi sebagai proses yang dinamis dan transaksional adalah bahwa para peserta komunikasi berubah, dari sekedar berubah pengetahuan hingga berubah pandangan dunia dan perilaku.
2.2.6 Komunikasi bersifat irreversible
Dalam komunikasi, berlaku hal jika sekali kita mengirimkan suatu proses maka kita tidak dapat mengendalikan pengaruh pesan tersebut bagi khalayak, apalagi menghilangkan efek dari pesan tersebut sama sekali. Sifat irreversible ini adalah merupakan suatu implikasi dari komunikasi dari suatu proses yang selalu berubah-ubah. Sehingga prinsip ini sepantasnya kita jadikan sebagai suatu peringatan kepada kita agar senantiasa berhati-hati dalam menyampaikan informasi atau pesan kepada orang lain, sebab komunikasi memiliki efek yang sulit bahkan tidak bisa ditiadakan meskipun kita berusaha untuk meralatnya. Di komunikasi masssa, sekali wartawan menyiarkan suatu berita yang tidak sengaja menjatuhkan nama baik seseorang maka akan sulit dikembalikan, meskipun berbagai media massa tersebut telah berusaha meminta maaf dan memuat hak jawab sumber berita secara lengkap.
2.2.7 Komunikasi bukan merupakan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah
Masalah komunikasi dapat menyebabkan banyak persoalan dan konflik antar manusia. Tetapi komunikasi bukanlah merupakan panasea (obat mujarab) untuk menyelesaikan persoalan atau konflik itu, karena mungkin saja konflik itu berkaitan dengan masalah struktural itu harus juga diatasi. Komunikasi antar berbagai etnik, juga tidak akan efektif bila terdapat kesenjangan ekonomi yang lebar di antara pihak-pihak tersebut ataupun bila pihak-pihak tertentu tidak memperoleh akses atau mengalami diskriminasi dalam lapangan pekerjaan yang seharusnya juga terbuka bagi mereka.

2. 3 JENIS-JENIS PESAN VERBAL
Simbol atau pesan verbal adalah semua jenis simbol yang menggunakan satu kata atau lebih. Hampir semua rangsangan wicara yang kita sadari termasuk ke dalam kategori pesan verbal disengaja., yaitu usaha-usaha yang dilakukan secara sadar atau berhubunggan dengan orang lain secara lisan. Berikut ini jenis-jenis pesan verbal, antara lain:
2.3.1 Verbal vocal
Praktik verbal vocal berkaitan erat dengan komunikasi nonverbal, yaitu tentang bagaimana seharusnya sebuah kata atau rangkaian kata diungkapkan. Bagaimana penekanan huruf, suku kata atau kata ini sendiri, atau irama pengucapannya sehingga membedakan satu arti dengan arti yang lain.
2.3.2 Verbal visual
Praktik verbal visual adalah ketika berbicara tidak cukup hanya menggunakan kata-kata atau rangkaian kata-kata dengan hanya sekedar ucapan, tetapi harus menggunakan visualisasi agar dapat dilihat atau didengar oleh telinga.
2.3.3 Verbal vocal-visual
Verbal vocal visual adalah pengungkapan suatu kata atau rangkaian kata-kata dengan bantuan vocal (suara) dan ditunjang lagi oleh visual. Verbal vocal visual dilakukan dengan memindahkan kata-kata yang diucapkan memalui sebuah media tertentu sehingga ada campuran antara bahasa telinga dan bahasa mata secara bergantian.
2. 4 FUNGSI BAHASA DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
Kemampuan berbahasa manusia, merupakan akibat dari pertumbuhan dan perkembangan otak manusia, dan hal ini yang membedakan dari hewan lain yang lebih rendah. Manusia hidup di berbagai bagian dunia, dan merasa perlu merancang solusi untuk memecahkan yang mereka hadapi. Dalam hal ini, mereka menciptakan berbagai cara hidup dan bersamaan dengan itu mereka juga menciptakan bahasa-bahasa yang berlainan untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Fungsi bahasa yang mendasar adalah untuk menamai atau menjuluki orang, objek, dan peristiwa. Setiap manusia memiliki nama, manusia juga dapat menamai apa saja, objek-objek yang berlainan termasuk perasaan tertentu yang mereka alami. Penamaan adalah dimensi pertama bahasa dan basis bahasa. Awalnya manusia menamai dengan sesuka mereka, lalu menjadi konvensi. Adalah keliru menganggap sesuatu itu, hanya memiliki satu nama yang benar. Menurut Larry L Barker, bahasa memiliki tiga fungsi yaitu:
a. Penamaan (Naming atau Labeling)
Penamaan atau penjulukan merujuk pada usaha mengidentifikasi objek, tindakan, atau orang dengan meyebut namanya sehingga dapat dirujuk dalam komunikasi.
b. Interaksi
Fungsi interaksi menekankan berbagai gagasan dan emosi yang dapat mengundang simpati, pengertian, kemarahan, atau kebingungan.
c. Fungsi transmisi
Melalui bahasa, informasi dapat disampaikan kepada orang lain. Kita dapat menerima informasi secara langsung ataupun tidak langsung. Keistimewaan bahasa sebagai sarana transmisi informasi yang lintas waktu, yang memungkinkan kesinambungan budaya dan tradisi kita.
Sedangkan Book mengemukakan, bahasa harus memenuhi tiga fungsi, yaitu:
a. Untuk mengenal dunia di sekitar kita.
b. Sebagai sarana untuk berhubungan dengan orang lain.
c. Memungkinkan kita untuk hidup llebih teratur, saling memahami mengenai diri, kepercayaan dan tujuan kita.
2. 5 IMPLIKASI RAGAM BAHASA DALAM PENGEMBANGAN KOMUNIKASI
Bahasa berperan penting dalam kehidupan manusia. Khususnya dalam keseharian hidup manusia. Di awal pengembangan bahasa, bahasa merupakan alat untuk berinteraksi dengan menstransisikan informasi dalam institusi kecil yaitu keluarga. Bahasa yang didapat dari keluarga atau yang biasa disebut bahasa ibu, merupakan bahasa yang dikenal sejak awal individu dapat memahami komunikasi dan mulai menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Bahasa dalam keluarga kemudian berkembang ke dalam institusi yang lebih besar yaitu masyarakat. Dimana bahasanya mayoritas digunakan dan dipahami masyarakat tertentu saja dalam lingkup yang terbatas. Misalnya bahasa Madura, bahasa Madura dipahami dan digunakan oleh masyarakat Madura atau suku Madura. Sehingga di dalam masyarakat tersebut tercipta koherensi dalam kehidupannya. Bahasa dalam masyarakat ini, biasa dikenal sebagai bahasa daerah.
Perkembangan komunikasi yang selanjutnya kehidupan bermasyarakat, seringkali kita temukan kalangan-kalangan/komunitas dengan karakteristik tertentu. Misalkan dikalangan intelektual. Kalangan ini memiliki karakter dan cara tersendiri untuk berinteraksi dan menstransisikan informasi untuk kemudian digunakan dan dipahami oleh komunitas tersebut. Disini bahasa memiliki peran besar dengan menjadi media untuk berinteraksi atar sesame anggota komunitas tersebut. Missal dikalangan praktisi kesehatan. Karakter dan cara yang mereka gunakan untuk berinteraksi tidak sama dengan komunitas lain. Dengan bahasa mereka bisa berinteraksi dan saling bertransisi informasi tanpa memandang asal mereka darimana. Walaupun terpisahkan oleh Negara dan benua. Sebab bahasa yang mereka gunakan hanya dapat mereka pahami dan mereka gunakan sendiri.
Manusia merupakan makhluk sosial yang butuh berinteraksi dengan manusia manusia lain. Mereka butuh untuk bertukar pikiran dan bergaul, sebab pada dasarnya manusia tidak bisa mengatasi masalah mereka tanpa interaksi dari manusia lainnya. Bahasa merupakan media bagi mereka untuk bergaul. Dengan bahasa mereka bisa menangkap informasi yang mereka terima dab mereka dapat dari tempat yang jauh dari mereka.
Komunikasi berdasarkan paergaulan individu terbagi menjadi dua, yaitu pergaulan vertical dan pergaulan horizontal. Komunikasi pergaulan vertical, terjadi antara individu dengan orang yang lebih tua. Dalam berkomunikasi, individu dituntut untuk mengutamakan nilai kesopanan dan etika sebagai wujud penghormatan seperti kepada guru dan tetangga yang lebih tua. Bahasa yang biasa digunakan adalah bahasa yang sifatnya baku dan formal, misalnya bahasa Indonesia baku; untuk suku jawa menggunakan bahasa karma inggil. Sedangkan komunikasi pergaulan horizontal, terjadi antar individu yang sebaya dengan usia yang relative sama. Dalam berkomunikasi, sifatnya lebih bebas, dan dapat menggunakan bahasa bercampur-campur. Contoh bahasa yang biasa digunakan seperti bahasa Indonesia yang tidak formal/tidak baku, bahasa daerah yang cenderung kasar, bahasa campuran, serta bahasa gaul.

2. 6 HAMBATAN KOMUNIKASI VERBAL
1) Mengubah topik pembicaraan
Contoh : “Ya benar, ngomong-ngomong, kebetulan anda sedang di sini, saya ingin bicara tentang”.
2) Menghubungan dengan pengalaman sendiri
Contoh : “Mendengar apa yang Anda ceritakan, saya jadi ingat pengalaman saya. Begini ceritanya….”
3) Hanyut dengan pikiran sendiri
Contoh : “Cobalah kalau saya punya computer sendiri, saya bisa main game di rumah, berapa ya harga computer sekarang?”
Roger Neugebauer dalam ertikelnya “Communication : A tow-way Street” mengungkapkan beberap kendala yang sering dialami oleh organisasi (keluarga) dalam komunikasi dua arah diantaranya, yaitu:
a. Protectiveness (perlindungan)
Orangtua seringkali tidak memberitahukan informasi tertentu pada anggota keluarganya karena rasa takut. Alasan lain adalah bahwa orang tua menganggap bahwa informasi tersebut harus dilindungi, bukan untuk konsumsi anak-anak atau pasangannya. Karena mereka tidak akan mungkin mengerti apa yang akan disampaikan. Demikian pula dengan anak, mereka sering tidak menyampaikan informasi tertentu kepada orang tua untuk melindungi dirinya dari tindakan peringatan, kemarahan orang tua. Mereka takut jika informasi disampaikan maka orang tua akan marah, lalu mendiskripsikkan mereka, memberikan penilaian yang negative terhadap mereka.
b. Defensiveness (pertahanan)
Selain menahan informasi, seseorang juga bisa saja tidak mau menerima informasi (menolah untuk melanggar informasi yang disampaikan). Hal ini terjadi jika mereka sudah membentuk emosi negative terhadap orang yang memberi informasi, mungkin karena orang tersebut telah merendahkan dengan kata-kata yang menyakitkan. Hal ini membuat ia merasa “diserang”, sehingga secara alami, orang yang merasa diserang tersebut membangun benteng pertahanan dengan menahan informasi yang masuk. Ia menganggap informasi tersebut juga akan membuatnya sakit hati.
c. Tendency to evaluate (kecenderungan untuk menghakimi)
Jika mendapatkan informasi dari seseorang mengenai keburukan orang lain, orang tua cenderung mengalami sikap mengevaluasi tanpa mengumpulkan data yang lengkap sebelum berkomunikasi dengan orang yang dibicarakan tersebut. Karena terpengaruh oleh pandangan satu orang, orangtua langsung membentuk opini tertentu dan mengambil keputusan sepihak tanpa melibatkan orang-orang yang terkait, dan tanpa mengumpulkan fakta lapangan yang cukup. Ini bukanlah merupakan komunikasi dua arah, tetapi komunikasi satu arah, atau bahkan bisa dikatakan bahwa tidak terjadi komunikasi sama sekali.
d. Narrow perspectives (perspektif yang sempit)
Karena jarang meninjau pekerjaan orang lain, atau keluar dari lingkungan pekerjaan sendiri, seseorang seringkali dibatasi pada cara pandangannya sendiri. Ia tidak mencoba melihat dari sudut pandang orang lain. Orang tua yang sering mengambil keputusan besar, seringkali tidak mempertimbangkan detail pelaksanaannya dari sudut pandang anak-anaknya. Sebaliknya, anak-anak seringkali hanya melihat suatu masalah dari sudut pandangnya sendiri (kepentingan individunya semata, tanpa mencoba memahami sebuah situasi dari sudut pandang yang berbeda). Sempitnya perspektif inilah yang sering menyebabkan komflik, dimana tiap orang hanya melihat dari sudut pandang sendiri, dan tidak memcoba memahami sudut pandang orang lain.
e. Mismatched expectations (harapan yang tidak sesuai)
Peter Drucker mengatakan bahwa pikiran manusia seringkali hanya membatasi informasi yang cocok dengan ekspektasinya. Jika ternyata informasinya yang disampaikan tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka orang tersebut cenderung tidak termotivasi untuk mendengarkan informasi yang disampaikan. Misal: jika dalam rapat keluarga ternyata seringkali tanggapannya tidak diperhatikan, makka dia cenderung malas menyatakan pendapat. Karena ia beranggapan percuma saja menyampaikan pendapat, karena biasanya juga tidak ada follow-up-nya.
f. Insufficient tiem (keterbatasan waktu)
Alasan lain adalah keterbatasan waktu untuk menyampaikan informasi secara meyeluruh. Karena kegiatan rutin yang harus diselesaikan dengan segera, seringkali waktu berkomunikasi dilupakan, atau komunikasi dilakukan dengan tergesa. Akibatnya, informasi yang disampaikan kepada orang lain pun tidak lengkap. Dampaknya adalah orang lain hanya menerima sebagian informasi (tidak utuh), sehingga ada kemungkinan informasi tersebut salah dipahami.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1. Komunikasi verbal merupakan komunikasi yang menggunakan simbol-simbol atau kata-kata, baik yang dinyatakan secara oral atau lisan maupun tulisan. Komunikasi verbal merupakan karakteristik khusus manusia. Tidak ada makhluk lain yang dapat menyampaikan secara eksplisit sejumlah arti.
2. Prinsip-prinsip komunikasi verbal : Komunikasi merupakan suatu proses simbolik, Komunikasi itu mempunyai dimensi isi dan dimensi hubungan, Komunikasi terjadi dalam berbagai konteks ruang dan waktu, Keefektifan komunikasi dipengaruhi oleh kemiripan latar belakang sosial budaya peserta komunikasi, Komunikasi bersifat irreversible, Komunikasi bukan merupakan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah.
3. Jenis-jenis pesan verbal : Verbal vocal, Verbal visual, Verbal vocal-visual.
4. Fungsi bahasa dalam kehidupan manusia : Penamaan, interaksi, fungsi tranmisi.
5. Implikasi ragam bahasa dalam pengembangan komunikasi adalah berperan penting dalam kehidupan manusia. Khususnya dalam keseharian hidup manusia. Di awal pengembangan bahasa, bahasa merupakan alat untuk berinteraksi dengan menstransisikan informasi dalam institusi kecil yaitu keluarga.
6. Hambatan komunikasi verbal : mengubah topik pembicaraan, menghubungan dengan pengalaman sendiri, hanyut dengan pikiran sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Deddy Mulyana, 2005, Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, Bandung, Remaja Rosdakarya.
Jalaludin Rakhamat, 1994, Psikologi Komunikasi, Bandung, Remaja Rosdakarya.
Onong Effendy, 1994, Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek, Bandung, Remaja Rosdakarya.
Mulyana, Dedy, 1989, Komunikasi Antar Budaya. Bandung : PT Remaja Rosda Karya.
Liliweri, Alo, 2002, Makna Buadya Dalam Komunikasi Antar Budaya. Yogyakarta : PT LKIS Pelangi Aksara.

LAPORAN PRESENTASI DAN DISKUSI
”BAHASA DAN KOMUNIKASI VERBAL”

Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah
Ketrampilan Dasar Komunikasi
Dibina oleh Bapak Lutfi Fauzan

Oleh :
Yulik Sulistiara P. (108111409889)
Randi Dhinar (108111415095)
Nahla Nurafni O (108111415088)
Sri Hidayati U (108111415085)
Afiatus Sholihah B (108111415093)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN BIMBINGAN KONSELING DAN PSIKOLOGI
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
Oktober 2009

1. Pertanyaan
a). Dwi Karinda = Bagaimana menurut anda tentang fenomena bahasa inggris yang lebih dikenal dan populer dari pada bahasa jawa?
b). Dian Eko Restino = Bagaimana cara mengatasi sikap seorang siswa yang meremehkan konselor yang berawakan kecil ?
c). Santi Dwi Lestari = Bagaimana cara mengatasi distorsi yang terjadi pada komunikasi verbal ?
d). Idar Meiza P = Sebutkan jenis-jenis komunikasi verbal, sertakan penjelasan dan contohnya ?
e). Thersia M.M = Dimana dan kapan terjadinya distorsi ?
f). Vidyanto Zubriant = Bagaimana menurut anda tentang nilai berbahasa dikalangan masyarakat umum saat ini, dimana sudah tidak mengindahkan sopan santun atau adab ?
2. Jawab
a). Nahla Nurafni O = fenomena tersebut lumrah atau wajar, karena hal tersebut mengikuti tuntutan jaman dan terpengaruh arus globalisasi.
b). Rendi Dhinar = dengan adanya konseli ke ruang BK, berarti menandakan bahwa konseli tersebut memiliki masalah. Dengan kondisi yang kurang disegani oleh konseli seharusnya kita bisa lebih sabar dalam menghadapi masalah tersebut. Dengan menahan amarah atau self defence (keadaan bertahan).
c). Afiatus Sholihah = dengan cara mengembangkan ketrampilan berkomunikasi , ketrampilan menerima pesan, dan ketrampilan mengirim pesan.
d). Sri Hidayati Utami = jenis-jenis komuniksi verbal yaitu : verbal vocal, dimana dalam verbal vocal kadang terjadi kesulitan dalam mengungkapkan apa yang ingin diucapkan; verbal visual = komunikasi verbal dengan bantuan media visual, jadi kita tidak hanya mendenganr tapi kita juga bisa melihat; verbal vocal visual, dimana kita dapat mendengar dan melihat bersamaan.
e). Nahla Nurafni O = distorsi terjadi pada isi pesan tersebut. Distorsi atau gangguan bisa terjadi karena ada gangguan pada konunikan, komunikator atau media benkomunikasi.
f). Yulik Sulistiara = nilai dari berbahasa tidak berubah, hal yang berubah adalah lingkungan si pemakai bahasa tersebut.
3. Tanggapan dan tambahan
a). *Vidyanto Zubriant = nilai bahasa inggris lebih berbobot dari pada bahasa jawa, kareba bahasa inggris berlaku secara Internasional serta karena adanya pengaruh arus globalisasi.
*Dian Eko Restino = bahasa jawa adalah bahasa ibu, jadi sebisa mungkin harus tetap dilestarikan kepada anaknya. Sedangkan bahasa inggris lebih penting karena memiliki guna ditingkat Internasional, misalnya untuk melamar pekerjaan.
b). *Rizky Afritantya = seseorang dinilai dari penampilanya, jadi seorang harus berupaya membenahi dalm hal berpenampilannya.
*Thersia MM = dengan melakukan pendekatan ke konseli.
*Nahla Nurafni = mampu menciptakan suasana nyaman di diri konseli, lebih dekat denagn konseli, misalnya dengan mengucapkan salam, murah senyum serta menunjukan kewibawaanya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: