Oleh: lutfifauzan | November 19, 2009

FAKTOR BUDAYA DALAM KOMUNIKASI

FAKTOR BUDAYA DALAM KOMUNIKASI
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Keterampilan Dasar Komunikasi
Yang dibimbing oleh Bapak Lutfi Fauzan

Oleh:
Kelompok 3
Dera Dwi Gionistika (108111415091 )
Dwi Karinda W (108111415075 )
Idar Maizza P ( 108111409886)
Indera Hermawan (108111415097 )
Lilis Dwi A (108111409897 )

Universitas Negeri Malang
Fakultas Ilmu Pendidikan
Jurusan Bimbingan Konseling Dan Psikologi
Program Studi Bimbingan Konseling
Oktober 2009
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Komunikasi antarbudaya merupakan suatu kegiatan yang semakin meningkat dilakukan setiap orang karena saat ini dunia dipenuhi oleh masyarakat yang bersifat mobil dan dinamik, siap menghadapi situasi baru dalam konteks apapun dan berjumpa dengan partner- partner komunikasi yang belum pernah dijumpai sebelumnya. KAB menjadi semakin luas dan kompleks, tidak hanya menyangkut nilai- nilai budaya saja tetapi juga aspek- aspek social, ekonomi, politik, ekonomi, teknologi dan berbagai aspek lainnya.
Latar belakang yang mendorong pentingnya melakukan komunikasi antarbudaya adalah semakin meningkatnya kontak-kontak komunikasi dan hubungan antar berbagai bangsa dan Negara. Mempelajari masalah-masalah komunikasi antarbudaya menjadi semakin penting dan dari berbagai permasalahan, orang mulai menyadari cara-cara untuk berhubungan dalam konteks antarbudaya tidaklah sesederhana yang dipikirkan sebelumnya. Oleh karena itu, manusia mulai mempelajari komunikasi antarbudaya.

1.2 Masalah atau Topik Bahasan
1.2.1 Bagaimana konsep dasar dalam faktor budaya dalam komunikasi?
1.2.2 Apa penyebab pentingnya memperhatikan faktor budaya dalam komunikasi?
1.2.3 Apa saja faktor yang mendukung dalam faktor budaya dalam komunikasi?
1.2.4 Apa saja faktor penghambat dalam faktor budaya komunikasi tersebut?
1.2.5 Apa saja aspek yang dikembangkan dalam budaya berkomunikasi?

1.3 Tujuan
1.3.1 Mendeskripsikan konsep dasar dalam faktor budaya dalam komunikasi.
1.3.2 Mengetahui pentingnya memperhatikan faktor budaya dalam komunikasi.
1.3.3 Mengetahui faktor-faktor yang mendukung dalam budaya komunikasi.
1.3.4 Mengetahui faktor-faktor yang menghambat dalam budaya komunikasi.
1.3.5 Mengetahui aspek-aspek yang perlu dikembangkan dalam budaya berkomunikasi.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Konsep Dasar
Komunikasi antar budaya adalah seni untuk memahami dan dipahami oleh khalayak yang memiliki kebudayaan lain. (Sitaram, 1970). Komunikasi bersifat budaya apabila terjadi diantara orang-orang yang berbeda kebudayaan. (Rich, 1974). Komunikasi antarbudaya adalah komunikasi yang terjadi dalam suatu kondisi yang menunjukan adanya perbedaan budaya seperti bahasa, nilai-nilai, adat, kebiasaan. (Stewart, 1974). Komunikasi antarbudaya menunjuk pada suatu fenomena komunikasi di mana para pesertanya memiliki latar belakang budaya yang berbeda terlibat dalam suatu kontak antara satu dengan lainnya, baik secara langsung atau tidak langsung. (Young Yung Kim, 1984). Dari defenisi tersebut nampak jelas penekanannya pada perbedaan kebudayaan sebagai faktor yang menentukan dalam berlangsungnya proses komunikasi dan interaksi yang terjadi di dalamnya.

2.2 Pentingnya Faktor Budaya Dalam Komunikasi
Beberapa faktor yang menyebabkan pentingnya budaya dalam komunikasi
1. Mobilitas
Mobilitas masyarakat di seluruh dunia sedang mencapai puncaknya. Perjalanan dari satu Negara ke Negara yang lain dan dari satu benua ke benua yang lain. Saat ini orang seringkali mengunjungi budaya-budaya lain untuk mengenal daerah baru dan orang-orang yang berbeda serta untuk menggali peluang-peluang ekonomis. Hubungan antarpribadi kita semakin menjadi hubungan antarbudaya.
2. Saling Kebergantungan Ekonomi
Masa kini, kebanyakan Negara secara ekonomis bergantung pada Negara lain. Jika kehidupan ekonomi bangsa bergantung pada bangsa lain oleh karena itu bergantung pada kemampuan bangsa ini untuk berkomunikasi secara efektif dengan kultur-kultur yang berbeda.

3. Teknologi Komunikasi
Meningkat pesatnya teknologi komunikasi telah membawa kultur luar yang adakalanya asing masuk dalam rumah kita. Misalnya dengan adanya film-film impor yang biasanya kita lihat kita mampu mengenal adat dan kebiasaan serta riwayat bangsa-bangsa lain. Dengan melalui telepon kita bisa berhubungan langsung sampai kepelosok dunia. Teknologi telah membuat komunikasi antarbudaya mudah, praktis, dan tak terhindarkan.
4. Pola Imigrasi
Di hamper setiap kota besar di dunia kita dapat menjumpai orang-orang dari bangsa lain. Kita bergaul, bekerja, atau bersekolah dengan orang-orang yang sangat berbeda dari kita. Pengalaman sehari-hari kita telah menjadi semakin antarbudaya.
5. Kesehjateraan Politik
Kesehjateraan politik saat ini sangat tergantung pada kesehjateraan politik kultur dengan Negara lain. Misaknya kekacauan politik dibelahan dunia lain afrika selatan, polandia dan timur tengah. Komunikasi dan saling pengertian antarbudaya saat ini terasa lebih penting ketimbang sebelumnya.

2.3 Faktor Pendukung
Ada beberapa faktor pendukung dalam dimensi komunikasi antarbudaya diantaranya sebagai berikut :
1. Tingkat masyarakat kelompok budaya dari partisipan
Kebudayaan telah digunakan untuk merujuk pada macam-macam tingkat lingkupan dan kompleksitas dari organisasi sosial.
2. Konteks sosial tempat terjadinya Komunikasi Antar-Budaya
Menyangkut Konteks Sosial, meliputi bisnis, organisasi, pendidikan, akulturasi imigran politik, konsultasi terapi, dan sebagainya. Komunikasi dalam semua konteks sosial tersebut pada dasarnya memilih persamaan dalam hal unsur-unsur dasar an proses komunikasi (misalnya menyangkut penyampaian, penerimaan dan pemrosesan). Tetapi adanya pengaruh kebudayaan yang tercakup dalam latarbelakang pengalaman individu membentuk pola-pola persepsi pemikiran, penggunaan pesan-pesan verbal dan non-verbal serta hubungan-hubungan antaranya.
3. Saluran yang dilalui oleh pesan-pesan Komunikasi Antar-Budaya (baik yang verbal maupun non-verbal).
Ketiga berkaitan dengan saluran komunikasi. Menunjukan tentang saluran apa yang dipergunakan dalam Komunikasi Antar-Budaya.

2.4 Faktor Penghambat
Dalam hal komunikasi, khusunya komunikasi antabudaya ada berbagai faktor penghambat diantaranya adalah :
1. Mengabaikan perbedaan antara anda dan kelompok yang secara kultural berbeda.
Hambatan yang paling lazim adalah bilamana kita menganggap bahwa yang ada hanya kesamaan dan bukan perbedaan. Ini terutama terjadi dalam hal nilai, sikap, dan kepercayaan. Kita dapat dengan mudah mengakui dan menerima perbedaan tetapi dalam hal nilai dan kepercayaan dasar kita mengganggap bahwa pada dasarnya manusia itu sama. Itu tidak benar. Bila kita mengamsusikan persamaan dan mengabaikan perbedaan, maka kita secara implisit mengkomunikasikan kepada lawan bicara bahwa cara kitalah yang benar dan cara mereka tidak penting bagi kita.
2. Mengabaikan perbedaan antara kelompok kultural yang berbeda.
Dalam setiap kelompok kultural terdapat perbedaan yang besar dan penting dan dalam setiap kultur terdapat banyak subkultur yang jauh berbeda satu sama lain dan berbeda pula dari kultur mayoritasnya.
3. Mengabaikan perbedaan dalam makna (arti).
Dalam komunikasi antarbudaya terdapat prinsip yang menekankan kepada makna bahwa makna tidak terletak pada kata-kata yang digunakan melainkan pada orang yang menggunakan kata-kata itu.
4. Melanggar adat istiadat kultural.
Setiap kultur mempunyai aturan komunikasi sendiri-sendiri. Aturan ini menetapkan mana yang patut dan mana yang tidak patut.

5. Menilai perbedaan secara negatif.
Meskipun kita menyadari adanya perbedaan diantara kultur, akantetapi kita tidak boleh menganggap atau menilai perbedaan itu sebagai hal yang negatif. Perbedaan kultural merupakan sesuatu yang perlu dipelajari, bukan perialaku kodrati atau perilaku yang dibawa sejak lahir. Karenanya kita perlu memandang perilaku kultural ini secara tidak evaluative, sebagai perbedaan tapi setara.
6. Kejutan budaya.
Kejutan budaya mengacu pada reaksi psikologis yang dialami seseorang karena berada di tengah suatu kultur yang sangat berbeda dengan kulturnya sendiri.

2.5 Aspek yang Dikembangkan Dalam Komunikasi Antarbudaya
Aspek Utama dari komunikasi antar budaya adalah komunikasi antar pribadi diantara komunikator dan komunikan yang kebudayaannya berbeda. Dalam kajian ilmu komunikasi, yang dimaksudkan dengan aspek-aspek komunikasi adalah semua ihwal yang menjadi objek material ilmu komunikasi.
3 ( tiga ) Sasaran komunikasi antar budaya yang selalu dikehendaki dalam proses komunikasi antar budaya, yaitu :
1. Agar kita berhasil melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan orang -orang dari latar belakang kebudayaan yang berbeda
2. Agar dapat meningkatkan hubungan antar pribadi dalam suasana antar budaya
3. Agar tercapai penyesuaian antar pribadi.
Menurut DeVito (1997) bentuk-bentuk komunikasi antarbudaya meliputi bentuk-bentuk komunikasi lain, yaitu:
1. Komunikasi antara kelompok agama yang berbeda. Misalnya: antara orang Islam dengan orang Yahudi
2. Komunikasi antara subkultur yang berbeda. Misalnya : antara dokter dengan pengacara, atau antara tunanetra dengan tunarungu
3. Komunikasi antara suatu subkultur dan kultur yang dominan. Misalnya ; antara kaum homoseks dan kaum heteroseks, atau antara kaum manula dan kaum muda.
4. Komunikasi antara jenis kelamin yang berbeda yaitu antara pria dan wanita.
Secara khusus Fungsi komunikasi antarbudaya adalah untuk mengurangi ketidakpastian. Karena, ketika kita memasuki wilayah orang lain kita dihadapkan dengan orang-orang yang sedikit banyak berbeda dengan kita dalam berbagai aspek (sosial, budaya, ekonomi, status,dll). Pada waktu itu pula kita dihadapkan dengan ketidakpastian dan ambiguitas dalam komunikasi.
Gundykunstt dan Kim, usaha untuk mengurangi ketidakpastian itu dapat dilakukan melalui tiga tahap seleksi, yaitu :
1. Pra-kontak atau tahap pembentukan kesan melalui simbol verbal maupun nonverbal (apakah komunikan suka berkomunikasi atau menghindari komunikasi).
2. Initial contact and imppresion yakni tanggapan lanjutan atau kesan yang muncul dari kontak awal tersebut, misal : anda bertanya pada diri sendiri Apakah saya seperti dia? Apakah dia mengerti saya?
3. Closure, mulai membuka diri anda sendiri yang semula tertutup melalui atribusi dan pengembangan kepribadian implisit.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Sebenarnya keanekaragaman budaya bukanlah sesuatu yang akan hilang pada waktu mendatang yang memungkinkan kita merencanakan strategi berdasarkan asumsi saling memahami. Dari sini kemudian akan timbul empathy dari diri kita terhadap orang-orang dari suku bangsa lain. Adanya saling memahami dan pengertian di antara orang-orang berbeda budaya akan mengurangi konflik
yang selama ini sering terjadi. Konflik biasanya terjadi karena berbedanya persepsi mengenai nilai- nilai antarbudaya.
Tapi kita harus optimis mengenai perbedaan budaya di Indonesia. Karena pada dasarnya. hal itu merupakan salah satu kekayaan dari Negara Republik Indonesia, Dan ini adalah tantangan bagi kita, terutama bagi mereka yang berkecimpung dalam bidang ilmu komunikasi

3.2 Saran
Dengan selesainya Makalah Komunikasi Antar-Budaya ini, maka kami dari penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak, sehingga Makalah kami dapat lebih sempurna. Sebab dalam penyusunan Makalah ini masih terdapat banyak kekurangan.

DAFTAR RUJUKAN

Liliwer, Alo. (2003). Dasar-Dasar Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Yogyakarta.
http://audrey-portfolio.blogspot.com/2009/09/komunikasi-antar-budaya.html
Anugrah, dadan. 2008. Komunikasi Antar Budaya. Jakarta: Jala Permata.
Eilers, Franz Josef. 1995. Berkomunikasi Antara Budaya. Surabaya: Nusa Indah.
Devito, Joseph. 1997. Komunikasi Antar Manusia. Jakarta: Professional Books.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: