Oleh: lutfifauzan | November 9, 2009

KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Keterampilan Dasar Komunikasi
Dosen: Bpk Lutfi Fauzan

Oleh : kelompok 5
1. Aunur rafiq Junaedi (208111415653)
2. Bagus Satrio P (208111411587)
3. Riskha puspita D (208111415670)
4. Vibrina R.A (208111415679)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN BIMBINGAN KONSELING DAN PSIKOLOGI
PRODI BIMBINGAN KONSELING
Oktober, 2008

DAFTAR ISI

I PENDAHULUAN
• Latar belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1
• Rumusan masalah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1
• Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1
II PEMBAHASAN
• Konsep Dasar Komunikasi Antar Pribadi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
• Tahap tahap komunikasi antar pribadi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .4
• Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi antar pribadi. . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
• Daya tarik antar pribadi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .6
• Efektifitas Komunikasi antar pribadi (KAP) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7
III PENUTUP
• Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA

I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Komunikasi antarpribadi sangat potensial untuk menjalankan fungsi instrumental sebagai alat untuk mempengaruhi atau membujuk orang lain, karena kita dapat menggunakan kelima lat indera kita untuk mempertinggi daya bujuk pesan yang kita komunikasikan kepada komunikan kita. Sebagai komunikasi yang paling lengkap dan paling sempurna, komunikasi antarpribadi berperan penting hingga kapanpun, selama manusia masih mempunyai emosi. Kenyataannya komunikasi tatap-muka ini membuat manusia merasa lebih akrab dengan sesamanya, berbeda dengan komunikasi lewat media massa seperti surat kabar, televisi, ataupun lewat teknologi tercanggihpun.

Rumusan masalah
• Apa itu komunikasi antar pribadi?
• Faktor-faktor apa yang mempengaruhi?
• Tahap-tahap apa yang di lalui?
• Bagaimana daya tarik antar pribadi?

Tujuan
• Mengetahui pengertian komunikasi antar pribadi
• Mengerti faktr-faktor apa yang mempengaruhi
• Mengetahui tahap-tahap yang di lalui
• Mengetahui daya tarik apa saja dalam komunikasi

II PEMBAHASAN

A. Konsep dasar Komunikasi Antar Pribadi
Secara umum komunikasi antar pribadi (KAP) dapat diartikan sebagai suatu proses pertukaran makna antara orang-orang yang saling berkomunikasi. Komunikasi terjadi secara tatap muka (face to face) antara dua individu. Dalam pengertian tersebut mengandung 3 aspek:
i. Pengertian proses, yaitu mengacu pada perubahan dan tindakan yang berlangsung terus menerus.
ii. KAP merupakan suatu pertukaran, yaitu tindakan menyampaikan dan menerima pesan secara timbal balik.
iii. Mengandung makna, yaitu sesuatu yang dipertukarkan dalam proses tersebut, adalah kesamaan pemahaman di antara orang-orang yang berkomunikasi terhadap pesan-pesan yang digunakan dalam proses komunikasi.

Para ahli komunikasi mendefinisikan komunikasi antar pribadi secara berbeda-beda (bochner,1978;Cappella,1987;Miller,1990). Disini kita membahas tiga ancangan utama
• Definisi berdasarkan komponen (Componential)
Menjelaskan komponen antar pribadi dengan mengamati komponen-komponen utamanya. Dalam hal ini, penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera.
• Definisi berdasarkan hubungan Diadik (relational(dyadic))
Dalam definisi berdasarkan hubungan, kita mendefinisikan komunikasi antar pribadi sebagai komunikasi yang berlangsung di antara dua orang ayng mempunyai hubungan yang mantap dan jelas.

• Definisi berdasarkan pengembangan (Developmental)
Dalam ancangan pengembangan (developmental), komunikasi anatr pribadi dilihat sebagai akhir dari perkembangan dari komunikasi yang bersifat tak pribadi (impersonal) pada suatu estrim menjadi komunikasi pribadi atau intim pada ekstrim yang lain.
Bentuk khusus dari komunikasi antar pribadi ini adalah komunikasi diadik yang melibatkan hanya dua orang secara tatap-muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal ataupun non verbal, seperti suami-isteri, dua sejawat, dua sahabat dekat, seorang guru dengan seorang muridnya, dan sebagainya.
Steward L. Tubbs dan Sylvia Moss (dalam Deddy Mulyana, 2005) mengatakan ciri-ciri komunikasi diadik adalah:
•Peserta komunikasi berada dalam jarak yang dekat;
•Peserta komunikasi mengirim dan menerima pesan secara simultan dan spontan, baik secara verbal maupun nonverbal.

B. Hubungan Terbina Melalui Tahap-Tahap
Kebanyakan hubungan, mungkin semua, berkembang melalui tahap-tahap (Knapp,1984; Wood, 1982). Kita tidak menjadi kawan akrab setelah akrab segera setelah pertemuan terjadi. Kita menumbuhkan kekraban secara bertahan, melalui serangkaian langkah atau tahap. Dan hal yang sama barangkali berlaku pula untuk kebanyakan hubungan lainnya.
Kontak. Pada tahap pertama kita membuat kontak. Ada beberapa macam persepsi alat indra. Anda melihat, mendengar, dan membaui seseorang. Menurut beberapa periset, selama tahap inilah – dalam empat menit pertama interaksi awal – anda memutuskan apakah anda ingin melajutkan hubungan ini atau tidak. Pada tahap inilah penampilan fisik begitu penting, karena dimensi fisik paling terbuka untuk diamati secara mudah. Namun demikian, kualitas-kualitas lain seperti sikap bersahabat, kehangatan, keterbukaan, dan dinamisme juga terungkap pada tahp ini.
Keterlibatan. Adalah tahap pengenalan lebih jauh, ketika kita mengikatkan diri kita untuk lebih mengenal orang lain dan juga mengungkapkan diri kita. Jika ini adalah hubungan yang bersifat romantik, mungkin anda melakukan kencan pada tahap ini. Jika ini merupakan hubungan pershabatan, anda mungkin melakukan sesuatu yang menjadi minat bersama – pergi ke bioskop atau ke pertandingan olah raga bersama-sama.
Keakraban. Pada tahap ini, anda mengikat diri anda lebih jauh pada orang ini. Anda mungkin membina hubungan primer (primary relationship), dimana orang ini menjadi sahabat baik atau kekasih anda. Komitmen ini dapat mempunyai berbagai bentuk : perkawinan, membantu orang itu atau mengungkapkan rahasia terbesar anda. Tahap ini hanya disediakan untuk sedikit orang saja.
Perusakan. Dua tahap berikutnya merupakan penurunan hubungan, ketika ikatan di antar kedua pihak melemah. Pada tahap perusakan ini anda mulai merasa bahwa hubungan ini mungkin tidaklah sepenting yang anda pikirkan sebelumnya. anda berdua semakin menjauh. Makin sedikit waktu senggang yang anda lalui bersama dan bila anda berdua bertemu, anda saling berdiam diri, tidak lagi banyak mengungkapakan diri. Jika taha ini berlanjut, anda memasuki tahap pemutusan.
Pemutusan. Adalah pemutusan ikatan yang mempertalikan kedua pihak. Jika bentuk ikatan itu adalah perkawinan, pemutusan hubungan dilambangkan dengan perceraian, walaupun pemutusan hubungan aktual dapat berubah hidup berpisah.

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi individu dalam Komunikasi Antar Pribadi
Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa komunikasi antarpribadi dimulai dari diri individu. Tampilan komunikasi yang muncul dalam setiap kita berkomunikasi mencerminkan kepribadian dari setiap individu yang berkomunikasi. Pemahaman terhadap proses pembentukan keperibadian setiap pihak yang terlibat dalam komunikasi menjadi penting dan mempengaruhi keberhasilan komunikasi. Dalam modul ini realita komunikasi antarpribadi dianalogikan seperti fenomena gunung es (the communication iceberg).
Analogi ini menjelaskan bahwa ada berbagai hal yang mempengaruhi atau yang memberi kontribusi pada bagaimana bentuk setiap tampilan komunikasi.
Gunung es yang tampak, dianalogikan sebagai bentuk komunikasi yang teramati atau terlihat (visible/observable aspect) yaitu:
1. interactant, yaitu orang yang terlibat dalam interaksi komunikasi seperti pembicara, penulis, pendengar, pembaca dengan berbagai situasi yang berbeda.
2. symbol. Terdiri dari symbols (huruf, angka, kata-kata, tindakan) dan symbolic language (bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dll)
3. media, saluran yang digunakan dalam setiap situasi komunikasi.

D. Daya Tarik Antar Pribadi
Dalam mengembangkan hubungan, salah satu variabel yang paling penting dan paling banyak di telaah adalah daya tarik (attraction). Apa yang mebuat kita tertarik kepada orang-orang tertentu dan tidak kepada orang lain? Mengapa orang tertentu tertarik kepada kita dan orang lain tidak? Riset dan teori telah mengidentifikasikan lima faktor utama yang mempengaruhi daya tarik ini.
• Daya tarik fisik (fisik dan kepribadian)
Bila anda mengatakan, “ saya rasa orang tiu menarik,” barangkali anda memaksudkan bahwa orang itu menarik secara fisik atau kepribadian atau cara berprilakunya menarik. Kebanyakan, kita lebih mneyukai orang yang secara fisik lebih menarik ketimbang orang yang secara fisik tidak menarik, dan kita lebih menyukai orang yang memiliki kepribadian yang menyenangkan ketimbang yang tidak.
• Membentuk citra
Umunya, kita melekatkan karakteristik-karakterisitk positif kepada orang yang menurut kita menarik dan karakteristik-karakteristik negative terhadap orang yang kita anggap tidk menarik.
• Kedekatan (Proksimitas)
Jika kita mengamati seseorang yang kita nggap menarik, mungkin kita menjumpai bahwa mereka adalah orang orang yang tinggal atau bekerja dekat kita. Ini barangkali merupakan satu temuan yang paling sering muncul dari riset tentang daya tarik antar pribadi. Seperti mungkin telah di duga, jarak fisik paling penting pada tahap-tahap awal interaksi. Sebagai contoh, selama hari-hari pertama sekolah, kedekatan (proksimitas), baik di kelas maupun di asrama, sangat penting.
• Pengukuhan
Kita menyukai orang yang menghargai atau mengukuhkan kita. Penghargaan atau pengukuhan dapat bersifat sosial (misalnya kompilmen atau pujian) atau bersifat material (misalnya, hadiah atau promosi). Tetapi penghargaan dapat berakibat sebaliknya. Bila berlebihan, penghargaan kehilangn efektivitasnya dapat menimbulkan rekasi negatif. Orang yang terus menerus memberikan penghargaan kepada anda dengan segera mebuat anda merasa waspada, dan anda mulai berhati-hati dengan apa yang dikatakannya. Juga agar penghargaan efektif, ia harus terasa tulus dan tidak di dorong oleh kepentingan pribadi
• Kesamaan
Jika orang dapat membuat konstruksi sahabat mereka, sahabat ini akan terlibat, bertindak, dan berpikir sangat mirip dengan mereka sendiri. Dengan tertarik kepada orang yang seperti kita, kita membernarkan diri kita sendiri. Kita mengatakan kepada diri kita sendiri bahwa kita pantas di sukai dan kita ini menarik. Walaupun ada perkecualian, kita umumnya menyukai orang yang sama dengan kita dalam hal kebangsaan, suku bangsa, kemampuan, karakteristik fisik, kecerdasan dan -khususnya- sikap dan selera.
• Sifat saling melengkapi
Walaupun banyak orang berpendapat bahwa “ orang-orang yang mempunyai kepentingan yang sama akan bersatu” ada pula lain yang berpendapat bahwa “ kutub yang berlawanan saling tarik menarik.” Ancangn yang terakhir ini mengikuti prinsip sifat saling melengkapi (complementary atau komplementaritas).

E. Efektifitas Komunikasi antar pribadi (KAP)
KAP merupakan komunikasi paling efektif untuk mengubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang. menurut Kumar (2000: 121-122), lima ciri efektifitas KAP sebagai berikut : (1) keterbukaan (openess) ; (2) empati (empathy) ; (3) dukungan (supportiveness) ; (4) rasa positif (positiveness) ; (5) kesetaraan (equality).
Feedback yang diperoleh dalam KAP berupa feedback positif, negatif dan netral. Prinsip mandasar dalam komunikasi manusia berupa penerusan gagasan.
David Berlo (1997:172) mengembangkan konsep empati menjadi teori komunikasi. Empat tingkat ketergantungan komunikasi adalah : (1) peserta komunikasi memilih pasangan sesuai dirinya; (2) tanggapan yang diharapkan berupa umpan balik; (3) individu mempunyai kemampuan untuk menanggapi, mengantisipasi bagaimana merespon informasi, serta mengembangkan harapan-harapan tingkah laku partisipan komunikasi; (4) terjadi pergantian peran untuk mencapai kesamaan pengalaman dalam perilaku empati.
Berlo membagi teori empati menjadi dua : (1) Teori Penyimpulan (inference theory), orang dapat mengamati atau mengidentifikasi perilakunya sendiri; (2) Teori Pengambilan Peran (role taking theory), seseorang harus lebih dulu mengenal dan mengerti perilaku orang lain.

Tahapan proses empati :
1. Kelayakan (decentering) ; bagaimana individu memusatkan perhatian kepada orang lain dan mempertimbangkan apa yang dipikirkan & dikatakan orla tersebut.
2. Pengambilan peran (role taking) ; mengidentifikasikan orla ke dalam dirinya, menyentuh kesadaran diri melalui orla. Tingkatan dalam pengambilan peran : (a) tingkatan budaya (cultural level), mendasarkan keseluruhan karakteristik dari norma dan nilai masyarakat. (b) tingkatan sosiologis (sociological level), mendasarkan pada asumsi sebagian kelompok budaya. (c) tingkatan psikologis (psycological level), mendasarkan pada apa yang dialami oleh individu.
3. Empati komunikasi (empathic communication), meliputi penyampaian perasaan, kejadian, persepsi atau proses yang menyatakan tidak langsung perubahan sikap/ perilaku penerima. Blumer mengembangkan pemikiran Mead melalui pokok pikiran interaksionisme simbolik yaitu “Manusia bertindak (act) terhadap sesuatu (thing) atas dasar makna (meaning) yang dipunyai objek tersebut bagi dirinya.

III PENUTUP

KESIMPULAN
Dalam definisi komunikasi antarpribadi berdasarkan komponen, kita mengidentifikasikan komponen komponen atau elemen-elemen dalan tindak komunikasi antar pribadi dalam definisi berdasrkan hubungan atau diadik, Komunikasi berdasarkan pengembangan. Hubungan terbina melalu berbagai tahap. Setidak tidaknya tahap yang harus di kenal adalah kontak, keterlibatan, keakraban, perusakan dan pemutusan. Hubungan berbeda-beda menurut keluasnnya (banyak topic yang dibicarakan) dan kedalamannya (derajat “kepersonalan” dalam membicarakan topic topic itu).
Komunikasi antarpribadi sangat potensial untuk menjalankan fungsi instrumental sebagai alat untuk mempengaruhi atau membujuk orang lain, karena kita dapat menggunakan kelima lat indera kita untuk mempertinggi daya bujuk pesan yang kita komunikasikan kepada komunikan kita. Sebagai komunikasi yang paling lengkap dan paling sempurna, komunikasi antarpribadi berperan penting hingga kapanpun, selama manusia masih mempunyai emosi. Kenyataannya komunikasi tatap-muka ini membuat manusia merasa lebih akrab dengan sesamanya, berbeda dengan komunikasi lewat media massa seperti surat kabar, televisi, ataupun lewat teknologi tercanggihpun.

DAFTAR PUSTAKA

Stephen W. Littlejohn, Theories of Human Communiation, Wadsworth Publication, New Jersey, 1996.
Sasa Djuarsa S., Teori Komunikasi, Universitas Terbuka, Jakarta. 2003
Devito. Joseph A. komunikasi antar manusi, Jakarta
http://adiprakosa.blogspot.com/2007/12/pengertian-komunikasi-antarpribadi.html
http://www.lusa.web.id/komunikasi-antar-pribadi-interpersonal-communication/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: