Oleh: lutfifauzan | November 11, 2009

FAKTOR BUDAYA DALAM KOMUNIKASI

FAKTOR BUDAYA DALAM KOMUNIKASI

Untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Ketrampilan Dasar Komunikasi
yang Dibimbing oleh Bapak Lutfi Fauzan

Oleh:
Kelompok 3

Bayu Dwi ( 208 111 41 5673 )
Fathul Yuliana ( 208 111 41 5657 )
Mulita Isnaini ( 208 111 41 5677 )
Nanda Novarda R E( 208 111 41 1592 )
Putri Rahayu ( 208 111 41 1589 )

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN BIMBINGAN KONSELING DAN PSIKOLOGI
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
Oktober 2009

Kata Pengantar

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan YME,karena dengan limpahan rahmat dan ridhoNya saya dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul “Faktor budaya dalam konseling” yang merupakan tugas dari Bapak Lutfi Fauzan selaku Dosen mata kuliah Ketrampilan Dasar Komunikasi

Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada semua fihak yang mendukung suksesnya pembuatan makalah ini,diantaranya:

1.Bapak Lutfi Fauzan
2.Orang tua kami 3.Teman-teman Prodi BK Off B 4.Dll
Saya menyadari bahwa makalah saya ini masih jauh dari kesempurnaan ,untuk itu saya meminta kritik serta saran yang membangun dari semua fihak demi kesempurnaan tugas selanjutnya.Semoga makalah ini bermanfaatbagi kita semua.

Oktober,2009

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Tidaklah asing bagi kita sebagai warga Negara Indonesia dengan adanya perbedaan budaya di kalangan masyarakat kita ,karena mengingat begitu luasnya wilayah indonesia . Hal ini patutlah membuat kita sebagai warga Negara Indonesia menjadi bangga akan kekayaan kebudayaan kita. Tetapi tanpa kita sadari kita sering mengabaikan faktor budaya dalam berkomunikasi dengan masyarakat yang memiliki budaya yang berbeda dengan kit . oleh nkarean itulah makalah yang berjudul “ Faktor Budaya Dalam Berkomunikasi “ ini kami buat semoga dapat menambah wawasan kita dalam berkomunikasi dengan masyarakat yang berbeda dengan kita.

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Apa pengertian komunikasi dan budaya ?
1.2.2 Apa pengaruh faktorbudaya dalam berkomunikasi ?
1.2.3 Apa peran faktor dalam berkomunikasi ?
1.2.4 Bagaimana memberdayakan faktor budaya untuk keefektifan komunikasi ?
1.2.5 Apa implikasi faktor budaya dalam komunikasi bagi BK ?

1.3 Tujuan Penulisan

1.3.1 Mengetahui pengertian komunikasi dan budaya .
1.3.2 Mengetahui pengaruh faktor budaya dalam berkomunikasi .
1.3.3 Mengetahui peran faktor budaya dalam berkomunikasi.
1.3.4 Mengetahui bagaimana memberdayakan faktor budaya untuk keefektifan berkomunikasi.
1.3.5 Mengetahui implikasi faktor budaya dalam komunikasi bagi BK.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN BUDAYA DAN KOMUNIKASI.
Untuk dapat mengetahui kaitan budaya dalam berkomunikasi didalam pembahasan ini terlebih dahu akan kami uraikan definisi dari budaya dan komunikasi.
1.1.1 Pengertian Budaya
Koentjoroningrat dudaya adalah “segala hasil daya cipta rasa dan karya manusia yang dijadikan milik dirio seseorang dalam masyarakat dengan cara belajar .
( Koentjoroningrat 1988 ) kebudayaan diartikan sebagai wujutnya, yaitu mencakup keseluruhan dari : (1) gagasan,(2) kelakuan; dan (3) hasil hasil kelakuan.
Kata budaya dipergunakan dalam berbagai diskursus atau pembahasan dan ini dikarenakan luasnya aspek kehidupan yang disentuh . Murdock (1978) mendeskripsikan budaya dalam tujuh puluh Sembilan ragam asapek kehidupan ,yang oleh Barry (1980) dikategorisasi ulang hingga dapat teringkas menjadi delapan aktivitas kehidupan .
Kedelapan kategori tersebut adalah:
1. Karakteristik umum
2. Makanan dan pakeian
3. Rumah dan teknologi
4. Ekonomi dan transportasi
5. Aktifitas individual dan keluarga
6. Komunitas dan pemerintahan
7. Kesejahteraan ,reliji dan ilmu pengetahuan
8. Seks dan lingkungan kehidupan
Daftar katagori diatas secara jelas menunjukkan betapa kompleksnyabudaya sebagai sebuah konsep. Budaya menyentuh semua aspek kehidupan .

2.1.2 Pengertian Komunikasi
Komunikasi merupakan pusat dari seluruh sikap ,perilaku dan tindakan yang trampil dari manusia ( communication involves both attides and skills ). Manusia tidak bisa dikatakan berinteraksi sosial kalau tidak berkomunikasi dengan cara melalui pertukaran informasi ,ide-ide, gagasan,maksud serta emosi yang dinyatakan dalam simbul simbul dengan orang lain.
Komunikasi manusia itu dapt dipahami sebagai interaksi antar pribadi melalui pertukaran simbul simbul linguistik,misalnya simbul verbal dan non verbal. Seperti kata Mehrabian ( 1972 ) 55 % dari komunikasi manusia dinyatakan dalam simbul non verbal , 38% melalui nada suara , dan 7% komunikasi yang efektif dinyatakan melalui kata kata. Simbul simbul itu dinyatakan melalui sistem yang langsung seperti tatap muka atau ( tulisan, visual, aural ). Melalui pertukaran dan simbul simbul yang sama dalam menjelaskan informasi, gagasan dan emosi diantara itulah ,akan lahir kesamaan nama atas fikiran,perasaan dan perbuatan.
2.2 PENGARUH FAKTOR BUDAYA DALAM BERKOMUNIKASI.
Komunikasi pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial budaya masyarakat penuturnya karena selain merupakan fenomena sosial, komunikasi juga merupakan fenomena budaya. Sebagai fenomena sosial, bahasa merupakan suatu bentuk perilaku sosial yang digunakan sebagai sarana komunikasi dengan melibatkan sekurang-kurangnya dua orang peserta. Oleh karena itu, berbagai faktor sosial yang berlaku dalam komunikasi, seperti hubungan peran di antara peserta komunikasi, tempat komunikasi berlangsung, tujuan komunikasi, situasi komunikasi, status sosial, pendidikan, usia, dan jenis kelamin peserta komunikasi, juga berpengaruh dalam penggunaan bahasa.
Sementara itu, sebagai fenomena budaya, komunikasi selain merupakan salah satu unsur budaya, juga merupakan sarana untuk mengekspresikan nilai-nilai budaya masyarakat penuturnya. Atas dasar itu, pemahaman terhadap unsur-unsur budaya suatu masyarakat–di samping terhadap berbagai unsur sosial yang telah disebutkan di atas–merupakan hal yang sangat penting dalam mempelajari suatu komunikasi. Hal yang sama berlaku pula bagi komunikasin di Indonesia. Oleh karena itu, mempelajari bahasa Indonesia–lebih-lebih lagi bagi para penutur asing–berarti pula mempelajari dan menghayati perilaku dan tata nilai sosial budaya yang berlaku dalam masyarakat Indonesia.
Kenyataan tersebut mengisyaratkan bahwa dalam pengajaran komunikasi, sudah semestinya pengajar tidak terjebak pada pengutamaan materi yang berkenaan dengan aspek-aspek kebahasaan semata, tanpa melibatkan berbagai aspek sosial budaya yang melatari penggunaan bahasa. Dalam hal ini, jika pengajaran bahasa itu hanya dititikberatkan pada penguasaan aspek-aspek kebahasaan semata, hasilnya tentu hanya akan melahirkan siswa yang mampu menguasai materi, tetapi tidak mampu berkomunikasi dalam situasi yang sebenarnya. Pengajaran bahasa yang demikian tentu tidak dapat dikatakan berhasil, lebih-lebih jika diukur dengan pendekatan komunikatif. Dengan perkataan lain, kemampuan berkomunikasi secara baik dan benar itu mensyaratkan adanya penguasaan terhadap aspek-aspek kebahasaan dan juga pengetahuan terhadap aspek-aspek sosial budaya yang menjadi konteks penggunaan komunikasi.
2.3 FUNGSI FAKTOR BUDAYA DALAM BERKOMUNIKASI
2.3.1 Fungsi pribadi
Fungsi pribadi adalah fungsi-fungsi komunikasi yang ditunjukkan melalui komunikasi yang bersumber dari seorang individu, antara lain untuk :
1. Menyatakan identitas sosial
Dalam komunikasi,budaya dapat menunjukkan beberapa perilaku komunikan yang digunakan untuk menyatakan identitas diri maupun identitas sosial.
2. Menyatakan integrasi sosial
Inti konsep integrasi sosial adalah menerima kesatuan dan persatuan antar pribadi dan, antar kelompok namun tetap menghargai perbedaanperbedaan yang dimiliki oleh setiap unsur . perlu dipahami bahwa salah satu tujuan komunikasi adalah memberikan makna yang sama atas pesan yang dibagi antara komunikator dan komunikan.
3. Menambah pengetahuan
Sering kali komunikasia antar bribadi maupun antar budaya dapat menambah pengetahuan bersama ,dan adanya saling mempelajari kubudayaan masing masing antara komunikator dan komunikan.
4. Melepaskan diri / jalan keluar
Hal yang sering kita lakukan dalam berkomunikasi dengan orang lain adalah untuk melepaskan diri atau mencari jalan keluar atas masalah yang sedang kita hadapi.
2.3.2 Fungsi sosial
Fungsi sosial adalah fungsi-fungsi komunikasi yang bersumber dari faktor budaya yang ditunjukkan melalui prilaku komunikasi yang bersumber dari interaksi sosial,diantaranya berfunsi sebagai berikut :
1. Pengawasan
Praktek komunikasi antar budaya di antara komunikator dan komunikan yang berbeda kebudayaan berfungsi saling mengawasi. Dalam setiap proses komunikasi antar budaya fungsi ini bermanfaat untuk menginformasikan “ perkembangan “ tentang lingkungan .
Fungsi ini lebih banyak dilakukan oleh media massa yang menyebarluaskan secara rutin perkembangan peristiwa yang terjadi di sekitar kita meskipun peristiwa itu terjadi dalam sebuah konteks kebudayaan yang berbeda. Akibatnya adalah kita turut mengawasi perkembangan sebuah peristiwa dan berusaha mawas diri seandainya peristiwa itu terjadi pula dalam lingkungan kita.
2. Menjembatani
Dalam proses komunikasi antar pribadi, termasuk komunikasi antar budaya ,maka fungsi komunikasi yang dilakukan antar dua orang yang berbeda budaya itu merupakan jembatan atas perbedaan diantara mereka. Fungsi menjembatani itu dapat terkontrol melalui pesan-pesan yang mereka pertukarkan.,keduanya saling menjelaskan perbedaan tafsir atas sebuah pesan sehingga menghasilkan makna yang sama.
3. Sosialisasi nilai
Fungsi sosialisasi merupkan fungsi untuk mengajarkan dan memperkenalkan nilai nilai kebudayaan suatu masyarakat ke masyarakat lain . Dalam komunikasi antar budaya seringkali tampil perilaku non verbal yang kurang dipahami namun yang lebih penting daripadanya adalah bagaimana kita menangkap nilai yang terkandung dalam gerakan tubuh ,gerakan imaginer dari tarian tarian tersebut.
4. Menghibur
Fungsi menghibur juga sering tampil dalam proses komunikasi antar budaya . American fun yang sering ditampilkan TVRI memberikan gambaran tentang bagaimana orang orang sibuk memanfaatkan waktu luang untuk mengunjungi teater dan menikmati suatu pertunjukan humor. Menonton Qosidah yang ditampilkan oleh anak anak sebuah pesantren mungkin kurang disukai oleh mereka yang suka music klasik , namun kalau anda menonton dengan mental menikmati maka tampilan qosidah tidak mengganggu anda.
2.4 MEMBERDAYAKAN FAKTOR BUDAYA UNTUK KEEFEKTIFAN KOMUNIKASI
Berbagai pendapat, seperti yang dikemukakan oleh Hymes (1971), Canale dan Swain (1980), Saville-Troike (1982:25), Canale (1983), Bachman (1990), menyiratkan kesamaan pandangan bahwa kompetensi komunikatif tidak hanya mencakup pengetahuan tentang bahasa, tetapi juga mencakup kemampuan menggunakan bahasa itu sesuai dengan konteks budayanya. Jadi, kompetensi komunikatif itu tidak hanya berisi pengetahuan tentang masalah kegramatikaan suatu ujaran, tetapi juga berisi pengetahuan tentang patut atau tidaknya suatu ujaran itu digunakan menurut status komunikator dan komunikan, ruang dan waktu pembicaraan, derajat keformalan, medium yang digunakan, pokok pembicaraan, dan ranah yang melingkupi situasi pembicaraan itu.
Pandangan tersebut mengisyaratkan bahwa faktor-faktor budaya yang menjadi konteks penggunaan komunikasi merupakan hal yang perlu diketahui oleh para komunikator agar mereka dapat berkomunikasi secara baik dan benar dalam situasi yang sebenarnya.
Pemberdayaan faktor budaya dalam komunikasi sangatlah penting untuk keefektifan komunikasi sehingga komunikator sebaiknya mempelajari aspek aspek budaya yang menunjang keefektifan komunikasi dengan komunikan,di antaranya sebagai berikut :
1. Benda-benda budaya (artifact)
2. Gerak-gerik anggota badan (kinesics)
3. Adat-istiadat atau kebiasaankebiasaan yang berlaku di masyarakat
4. Sistem nilai yang berlaku di masyarakat
5. Sistem religi yang dianut masyarakat
6. Mata pencarian penduduk
7. Kesenian
8. Pemanfaatan waktu
9. Cara berdiri, cara duduk, dan cara menghormati orang lain
10. Sopan santun, termasuk penggunaan eufemisme
11. Gotong royong dan tolong-menolong
12. Ramah tamah, tegur sapa, basa-basi
13. Jarak fisik ketika berkomunikasi (proxemics)
14. Kontak pandangan mata ketika berkomunikasi
15. Penyentuhan (kinesthesics)
16. Pujian
17. Hal-hal yang tabu dan pantang
2.5 Pengaruh Faktor Budaya Pada Anak-anak dan Remaja
2.5.1 Pengaruh Faktor Budaya Pada Anak Dalam Komunikasi
Pada dasarnya ketika masih anak anak proses yang paling sering dilakukan adalah kegiatan meniru segala sesuatu yang dilakukan oleh orang dewasa tidak terkecuali dalam hal berkomunikasi. Pengaruh faktor budaya dimana orang tua anak tersebut tinggal sangat mempengaruhi komunikasinya dengan orang lain. Komunikasi pada anak anak akan bisa cepat efektif apabila sejak kecil anak anak sudah diajari cara berkomunikasi yang baik oleh orang tuanya. Jadi faktor budaya dalam berkomunikasi yang sangat mempengaruhi anak anak adalah budaya yang dibawa orang tua dan yang dicontohkan,sehingga akan ditiru oleh anak anak dalam berkomunikasi.

2.5.2 Pengaruh Faktor Budaya Pada Remaja Dalam Komunikasi
Faktor budaya yang sanagt mendominasi komunikasi remaja adalah faktor budaya pergaulan sehari hari,yaitu budaya lingkungan budaya dimana seorang remaja itu kerap berinteraksi,baik dengan
teman,keluarga,orang yang lebih tua darinya. Kita misalkan saja ada dua remaja yang berasal dari pulau jawa dan daerah yang sama pula,tetapi cara berkomunikasi mereka sangatlah sangat bertolak belakang. Si A penuh sopan santun dengan tutur bahasa yang halus kepada lawan bicaranya,terlebih lagi apa bila lawan bicaranya lebih tua dari dia. Lain lagi dengan si B yng senantiasa berkomunikasi dengan nada kasar dan intonasi tinggi serta tingkah laku yang kurang sopan dan bahkan bisa dikatakan kurang ajar. Setelah dianalisis ternyata lingkungan pergaualan antara keduanya sangatlah berbeda si A sering bergaul dengan remaja yang berada dilingkungan yang baik,yang masih perduli akan sopan santun sedangkan Si B bergaul ditempat sangat tidak kondusif ( lingkungan yang kurang sehat ) dengan remaja lain yang tidak kalah nakalnya dengan dia . oleh karana itulah dapat disimpulkan bahwa faktor budaya yang lebih besar mempengaruhi komunikasi remaja adalah faktor budaya pergaulannya.

2.6 MANFAAT MEMPELAJARI FAKTOR BUDAYA DALAM KOMUNIKASI BAGI BK
Sebagai seorang konselor haruslah siap jika seandainya dihadapkan dengan konseli yang berasal dari berbagai daerarh yang mungkin daerah asal konseli tersebut asing bagi seorang tersebut. Oleh karena itu konselor haruslah senantiasa membuka mata akan budaya yang berbeda dengan budaya dirinya,dan senantiasa mengaktualisasi diri dengan mempelajari faktor faktor budaya yang dimiliki oleh konselinya. Tujuan dari konselor mempelajari faktor faktor budaya yang dimiliki konseli antara lain adalah :
1. Agar komunikasi yang kita lakukan dengan konseli berjalan efektif.
2. Agar konselor mudah memberikan layanan yang dibutuhkan oleh konseli.
3. Agar konselor lebih cepat diterima oleh konselinya.
4. Mudah membangun kepercayaan dari konseli.
5. Mencegah salah bersikap atau bertutur kepada konseli yang ditangani.
6. Dapat menimbulkan kesan yang baik untuk konseli dsb.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Faktor budaya sangatlah penting dan berpengaruh besar dalam komunikasi. Agar informasi yang disampaikan komunikator dapat diterima dengan baik oleh komunikan hendaknya sedikit banyak komunikator mengerti latar belakang budaya komunikan. Demikian juga konselor agar proses konseling dapat berjalan sesuai harapan maka hendaknya konselor benar benar mempelajari faktor budaya yang dimiliki konselinya. karena inti dari komunikasia adalah adanya kesamaan topik dan keselaarasan persepsi tentang apa yang informasikan dari komunikator kepada komunikan.

3.2 Saran
Makalah yang kami buat ini sesungguh masihlah jauh dari lebih sedikit jika dibandingkan dengan materi tentang faktor budaya dalam komunikasi yang harus kita pelajari bersama. Oleh karena itu saran dari kami selaku penyusun makalah,bagi siapa saja pembaca yang ingin mengembangkan makalah kami ini,hendaklah lebih banyak mencari sumber referensian dari berbagai macam media ,baik tulis maupun media cetak demi pencapaian kesempurnaan yang diharapkan.

Daftar Pustaka

Ahmadi, H.Abu.1999.Psikologi Sosial. Jakarta : PT . Rineka Cipta
Liliweri,Alo.2003,Dasar-Dasar Komunukasi Antar Budaya. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset
Mustafa, Hasan. 2004. Perspektif dalam Psikologi Sosial {OnLine}. Tersedia: http://home.unpar.ac.id/doc (13 Januari 2005)
Soekanto, Soerjono.1984.Beberapa Teori Sosiologi Tentang Struktur Masyarakat. Jakarta: Penerbit Radar Jaya Ofsett.
Soekanto, Soerjono.2003. Sosiologi Suatu Penantar. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada.


Responses

  1. bahasanya mungkin perlu diperbaiki lagi, bagaimana kita membahas tentang bahasa, kow bahasa tulisannya begtu-begitu saja. saya memberikan apresiasi atas usaha para penulis…….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: