Oleh: lutfifauzan | November 5, 2009

BAHASA DAN KOMUNIKASI VERBAL

BAHASA DAN KOMUNIKASI VERBAL

MAKALAH
Untuk memenuhi tugas matakuliah
Keterampilan Dasar Komunikasi
yang dibina oleh Drs. Lutfi Fauzan, M. Pd

Oleh
1. Astri Nurani (208 111 411 605 )
2. Dian Fauzi H. K. ( 208 111 411 586 )
3. Hendra Dwi A. ( 208 111 411 604 )
4. Nova Dwi Wahyuni ( 208 111 411 590 )
5. Rinda Eka M. (208 111 415 675

UM

UM

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN BIMBINGAN KONSELING DAN PSIKOLOGI
PRODI BIMBINGAN DAN KONSELING
Oktober 2009
KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat taufik dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan sebuah makalah yang berjudul “BAHASA DAN KOMUNIKASI VERBAL“.
Tak lupa juga penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang menjadi pendukung dalam pembuatan makalah, diantaranya :
1. Drs. Lutfi Fauzan, M. Pd, selaku Dosen matakuliah Keterampilan Dasar Komunikasi yang telah memberikan pengarahan dalam pembuatan makalah ini,
2. Teman-teman yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini,
3. Serta pihak-pihak lain yang telah membantu, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Penulis berusaha agar dalam pembuatan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Penulis juga menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini jauh dari sempurna. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis perlukan untuk kesempurnaan makalah ini.

Malang, Oktober 2009

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
I.1. Latar Belakang 1
I.2. Rumusan Masalah 1
I.3. Tujuan 2
BAB II PEMBAHASAN 3
II.1. Pengertian Bahasa dan Komunikasi Verbal 3
II.2. Fungsi Bahasa dalam Proses Bimbingan dan Konseling 3
II.3. Jenis Ragam Bahasa 9
II.4. Alasan Manusia melakukan Komunikasi 9
II.5 Implikasi Bahasa dan Komunikasi Verbal dalam Bimbingan dan
Konseling 10
BAB III PENUTUP 11
III.1. Kesimpulan 11
III.2. Saran 11
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang
Dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling, bahasa dan komunikasi yang baik sangat diperlukan agar proses Bimbingan dan Konseling dapat berjalan dengan lancar. Setiap manusia pasti melakukan komunikasi, baik secara verbal maupun non verbal. Komunikasi merupakan kebutuhan dasar manusia. Sejak lahir dan selama proses kehidupannya, manusia akan selalu terlibat dalam tindakan-tindakan komunikasi.
Bahasa yang disampaikan konselor terhadap konseli harus jelas dan dapat dimengerti oleh konselinya. Dengan bahasa yang baik dapat memperlancar komunikasi antara konselor dan konseli itu sendiri.
Manusia adalah makhluk individu dan makhluk sosial. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, terkandung suatu maksud bahwa manusia bagaimanapun juga tidak dapat terlepas dari individu yang lain. Secara kodrati manusia akan selalu hidup bersama. Hisup bersama antar manusiaakan berlangsung dalam berbagai bentuk komunikasi dan situasi yang mempengaruhinya.
Komunikasi dapat terjadi pada siapa saja, baik antar guru dengan muridnya, orangtua dengan anaknya, pimpinan dengan bawahannya, antara sesama karyawan dan lain sebagainya. Melakukan komunikasi merupakan bagian terpenting dari semua aktivitas, agar timbul pengertian dalam menyelesaikan tugas masing-masing.
Komunikasi merupakan proses penyampaian ide, pemikiran, pendapat dan berita ke suatu tempat tujuan serta menimbulkan reaksi umpan balik.

I.2. Rumusan Masalah
I.2.1. Apakah pengertian dari bahasa dan komunikasi verbal?
I.2.2. Apakah fungsi bahasa dalam proses Bimbingan dan Konseling?
I.2.3. Apa sajakah jenis ragam bahasa?
I.2.4. Apa sajakah prinsip – prinsip komunikasi?
I.2.5. Bagaimana implikasi bahsa dan komunikasi verbal dalam Bimbingan dan Konseling?

I.3. Tujuan
I.3.1. Mengetahui definisi dari bahasa dab komunikasi verbal.
I.3.2. Mengetahui fungsi bahasa dalam proses Bimbingan dan Konseling.
I.3.3. Mengetahui jenis dari ragam bahasa.
I.3.4. Mengetahui prinsip – prinsip komunikasi
I.3.5. Mengetahui implikasi bahasa dan komunikasi verbal dalam Bimbingan dan Konseling.

BAB II
PEMBAHASAN

II.1. Pengertian Bahasa dan Komunikasi Verbal
Pengertian Bahasa adalah sebagai berikut:
a. Bahasa adalah penggunaan yang merupakan gabungan fonem sehingga membentuk kata dengan aturan sintaks membentuk kalimat yang memiliki arti.
b. Bahasa adalah satu sistem untuk mewakili benda, tindakan, gagasan dan keadaan.
c. Bahasa adalah satu peralatan yang digunakan untuk menyampaikan konsep riil mereka ke dalam pikiran orang lain.
d. Bahasa adalah satu kesatuan sistem makna.
e. Bahasa adalah satu kode yang digunakan oleh pakar linguistic untuk membedakan antara bentuk dan makna.
f. Bahasa adalah satu ucapan untuk menepati tata bahasa yang telah ditetepkan.
g. Bahasa adalah satu sistem tuturan yang akan dapat dipahami oleh masyarakat linguistik.
h. Bahasa adalah satu sistem dari lambang bunyi arbiter yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat komunikasi, kerja sama, dan identifikasi diri.
i. Bahasa adalah sistem simbol vokal yang arbiter yang memungkinkan semua orang dalam suatu kebudayaan tertentu atau orang lain yang mempelajari sistem kebudayaan itu, berkomunikasi atau berinteraksi.
j. Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbiter yang digunakan oleh para pakar anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama , berinteraksi dan mengidentifikasi diri, percakapan (perkataan) yang baik, tingkah laku yang baik, dan sopan santun.
k. Bahasa adalah suatu sistem bunyi ujaran yang tersusun dari lambing- lambang mana suka yang bersifat unik dan khas yang dibangun dari kebiasaan-kebiasaan masyarakat dan berhubungan erat dengan budaya tempatnya berada.
l. Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat yang berupa lambang bunyi suara yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.
m. Bahasa adalah suatu sistem lambang bunyi yang dipakai oleh suatu masyarakat untuk berinteraksi.

Pengertian Komunikasi Verbal adalah sebagai berikut:
a. Komunikasi verbal (verbal communication) adalah bentuk komunikasi yang disampaikan komunikator kepada komunikan dengan cara tertulis atau lisan.
b. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang pesannya berbentuk pesan verbal yakni pesan yang berbentuk kata.

II.2. Fungsi Bahasa dalam Proses Bimbingan dan Konseling
Menurut Larry L. Barker (dalam Deddy Mulyana,2005), bahasa mempunyai tiga fungsi, yaitu:
a. Fungsi penamaan atau penjulukan merujuk pada usaha mengidentifikasikan objek, tindakan, atau orang dengan menyebut namanya sehingga dapat dirujuk dalam komunikasi.
b. Fungsi interaksi menekankan berbagi gagasan dan emosi, yang dapat mengundang simpati dan pengertian atau kemarahan dan kebingungan.
c. Fungsi transmisi dari bahasa yaitu informasi dapat disampaikan kepada orang lain.

Gorys Keraf (2001:3-8) menyatakan bahwa ada empat fungsi bahasa, yaitu:
a. Alat untuk menyatakan ekspresi diri
Bahasa menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam dada kita, sekurang-kurangnya untuk memaklumkan keberadaan kita.
b. Alat komunikasi
Bahasa merupakan saluran perumusan maksud yang melahirkan perasaan dan memungkinkan adanya kerjasama antarindividu.
c. Alat mengadakan integrasi dan adaptasi sosial
Bahasa merupakan salah satu unsur kebudayaan yang memungkinkan manusia memanfaatkan pengalaman-pengalaman mereka, mempelajari dan mengambil bagian dalam pengalaman tersebut, serta belajar berkenalan dengan orang-orang.
d. Alat mengadakan kontrol sosial
Bahasa merupakan alat yang dipergunakan dalam usaha mempengaruhi tingkah laku dan tindak tanduk orang lain. Bahasa juga mempunyai relasi dengan proses-proses sosialisasi suatu masyarakat.

II.3. Jenis Ragam Bahasa
Jenis ragam bahasa adalah sebagai berikut:
a Ragam bahasa pada bidang tertentu.
b Ragam bahasa pada perorangan.
c Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah.
d Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu golongan sosial.
e Ragam bahasa pada bentuk bahasa seperti bahasalisan dan bahasa tulisan.
f Ragam bahasa pada suatu situasi.

II.4. Prinsip – Prinsip Komunikasi
Prinsip-prinsip komunikasi seperti halnya fungsi dan definisi komunikasi mempunyai uraian yang beragam sesuai dengan konsep yang dikembangkan oleh masing-masing pakar. Istilah prinsip oleh William B. Gudykunst disebut asumsi-asumsi komunikasi. Larry A.Samovar dan Richard E.Porter menyebutnya karakteristik komunikasi. Deddy Mulyana, Ph.D membuat istilah baru yaitu prinsip-prinsip komunikasi. Terdapat 12 prinsip komunikasi yang dikatakan sebagai penjabaran lebih jauh dari definisi dan hakekat komunikasi yaitu :
Prinsip 1 : Komunikasi adalah suatu proses simbolik
Komunikasi adalah sesuatu yang bersifat dinamis, sirkular dan tidak berakhir pada suatu titik, tetapi terus berkelanjutan.

Prinsip 2 : Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi
Setiap orang tidak bebas nilai, pada saat orang tersebut tidak bermaksud mengkomunikasikan sesuatu, tetapi dimaknai oleh orang lain maka orang tersebut sudah terlibat dalam proses berkomunikasi. Gerak tubuh, ekspresi wajah (komunikasi non verbal) seseorang dapat dimaknai oleh orang lain menjadi suatu stimulus.
Prinsip 3 : Komunikasi punya dimensi isi dan hubungan
Setiap pesan komunikasi mempunyai dimensi isi dimana dari dimensi isi tersebut kita bisa memprediksi dimensi hubungan yang ada diantara pihak-pihak yang melakukan proses komunikasi. Percakapan diantara dua orang sahabat dan antara dosen dan mahasiswa di kelas berbeda memiliki dimesi isi yang berbeda.
Prinsip 4 : Komunikasi itu berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan
Setiap tindakan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang bisa terjadi mulai dari tingkat kesengajaan yang rendah artinya tindakan komunikasi yang tidak direncanakan (apa saja yang akan dikatakan atau apa saja yang akan dilakukan secara rinci dan detail), sampai pada tindakan komunikasi yang betul-betul disengaja (pihak komunikan mengharapkan respon dan berharap tujuannya tercapai)
Prinsip 5 : Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktuPesan komunikasi yang dikirimkan oleh pihak komunikan baik secara verbal maupun non-verbal disesuaikan dengan tempat, dimana proses komunikasi itu berlangsung, kepada siapa pesan itu dikirimkan dan kapan komunikasi itu berlangsung.
Prinsip 6 : Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasiTidak dapat dibayangkan jika orang melakukan tindakan komunikasi di luar norma yang berlaku di masyarakat. Jika kita tersenyum maka kita dapat memprediksi bahwa pihak penerima akan membalas dengan senyuman, jika kita menyapa seseorang maka orang tersebut akan membalas sapaan kita. Prediksi seperti itu akan membuat seseorang menjadi tenang dalam melakukan proses komunikasi.
Prinsip 7 : Komunikasi itu bersifat sistemik
Dalam diri setiap orang mengandung sisi internal yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya, nilai, adat, pengalaman dan pendidikan. Bagaimana seseorang berkomunikasi dipengaruhi oleh beberapa hal internal tersebut. Sisi internal seperti lingkungan keluarga dan lingkungan dimana dia bersosialisasi mempengaruhi bagaimana dia melakukan tindakan komunikasi.
Prinsip 8 : Semakin mirip latar belakang sosial budaya semakin efektiflah komunikasi
Jika dua orang melakukan komunikasi berasal dari suku yang sama, pendidikan yang sama, maka ada kecenderungan dua pihak tersebut mempunyai bahan yang sama untuk saling dikomunikasikan. Kedua pihak mempunyai makna yang sama terhadap simbol-simbol yang saling dipertukarkan.
Prinsip 9 : Komunikasi bersifat nonsekuensial
Proses komunikasi bersifat sirkular dalam arti tidak berlangsung satu arah. Melibatkan respon atau tanggapan sebagai bukti bahwa pesan yang dikirimkan itu diterima dan dimengerti.
Prinsip 10 : Komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksional
Konsekuensi dari prinsip bahwa komunikasi adalah sebuah proses adalah komunikasi itu dinamis dan transaksional. Ada proses saling memberi dan menerima informasi diantara pihak-pihak yang melakukan komunikasi.
Prinsip 11 : komunikasi bersifat irreversible
Setiap orang yang melakukan proses komunikasi tidak dapat mengontrol sedemikian rupa terhadap efek yang ditimbulkan oleh pesan yang dikirimkan. Komunikasi tidak dapat ditarik kembali, jika seseorang sudah berkata menyakiti orang lain, maka efek sakit hati tidak akan hilang begitu saja pada diri orang lain tersebut.
Prinsip 12 : Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah
Dalam arti bahwa komunikasi bukan satu-satunya obat mujarab yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah.

II.5. Implikasi Bahasa dan Komunikasi Verbal dalam Bimbingan dan Konseling
Konselor dalam berinteraksi dengan peserta didik memerlukan atau menggunakan bahasa dan komunikasi verbal yang harus dipahami oleh masing-masing pihak. Karena dalam melakukan konseling, bahasa adalah penyandian, untuk itu diperlukan kecermatan dalam berbicara, yaitu mencocokkan kita dengan keadaan yang sebenarnya dan menghilangkan kebiasaan berbahasa yang menyebabkan kerancuan dan kesalahpahaman. Sedangkan komunikasi verbal adalah komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol verbal. Simbol verbal bahasa merupakan pencapaian manusia yang paling impresif. Sehingga komunikasi verbal dapat terjadi bila konselor dan peserta didik memiliki makna yang sama dalam pencapaian tujuan konseling. Maka dari itu dalam melakukan konseling sangat dibutuhkan bahasa dan komunikasi verbal antara konselor dan peserta didik, sehingga tercapai suatu tujuan konseling.

BAB III
PENUTUP

III.1. Kesimpulan
a. Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat yang berupa lambang bunyi suara yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.
b. Komunikasi verbal (verbal communication) adalah bentuk komunikasi yang disampaikan komunikator kepada komunikan dengan cara tertulis atau lisan.
III. 2. Saran
Dalam menyampaikan informasi harus memperhatikan lawan bicara atau penerima informasi, baik dari segi usia, pengetahuan, situasi dan kondisi waktu penyampaiannya, agar dengan begitu pesan atau informasi yang kita sampaikan mendapat balasan yang positif dan memusat.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa#Unsur_dasar_bahasa

http://organisasi.org/definisi-pengertian-bahasa-ragam-dan-fungsi-bahasa-pelajaran-bahasa-indonesia

http://robiah.blogmalhikdua.com/2008/12/21/definisi-bahasa/

http://adiprakosa.blogspot.com/2008/10/komunikasi-verbal-dan-non-verbal.html

http://adiprakosa.blogspot.com/2007/12/pengertian-komunikasi-antarpribadi.html

http://meiliemma.wordpress.com/2006/09/27/kuliah-1-pengantar-ilmu-komunikasi/


Responses

  1. thanx infony….

  2. Terimakasih postingannya…

  3. very important for me……

  4. kamsiah,
    terima kasih,
    thank you
    syukran
    syukriah
    maturnuwun
    arigato


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: